inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Aliran Travel Cek Pemilihan Gubernur BI Miranda Gultom

Headline
Miranda Gultom - inilah.com
Oleh:
Sabtu, 13 Maret 2010 | 17:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta -- Kemana aliran travel cek untuk pemilihan Dewan Gubernur BI Miranda Gultom mulai terbongkar.

Nama istri mantan Wakapolri Adang Dradjatun, Nunun Nurbaetie yang masuk dalam dakwaan Dudhie Mamun Murod dan Udju Juheri setidaknya ikut menikmati 20 lembar travel cek yang bernominal 50 juta/lembar.

Berdasarkan data hasil penyelidikan KPK yang diperoleh INILAH.COM istri dari politisi PKS Adang Daradjatun ini juga mencairkan satu miliar dari 20 lembar travel cek.

20 lembar travel cek senilai 1 miliar rupiah telah diterima dan atau dicairkan oleh Sumarni yaitu sekretaris pribadi Nunun N Daradjatun.

Dari data yang sama, asal-usul travel cek diperoleh bukti bahwa travel cek tersebut dibeli atas permintaan order dari PT First Mujur Plantation dan Industri (PT FPMI).

Adapun alirannya adalah 205 lembar travel cek tersebut senilai Rp10,25 miliar telah diterima dan atau dicairkan oleh 18 anggota komisi IX dari FPDIP dan satu orang anggota FPDIP di Komisi IX.

Selanjutnya, sebanyak 145 lembar travel cek senilai 7,25 miliar telah diterima dan atau dicairkan oleh 13 anggota komisi IX dari FPG.

30 lembar travel cek senilai Rp1,5 m telah diterima dan atau dicairkan oleh tiga orang angota komisi IX dari FPPP.

Dan 40 lembar travel cek senilai 2 miliar telah diterima dan atau dicairkan oleh empat orang anggota komisi IX dari F TNI/Polri.
Sedangkan 33 lembar travel cek senilai Rp 1,65 miliar rupiah telah diterima dan atau dicairkan oleh perorangan yang belum didapatkan keterkaitannya dengan anggota dewan.

Travel cek yang diterima anggota komisi IX DPR RI diduga sebagai hadiah karena anggota Komisi IX DPR RI telah memilih Miranda Gultom sebagai Dewan Gubernur BI mengalahkan dua kandidat lainnya. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
antek voc @ Rabu, 17 Maret 2010 | 13:58 WIB
kalo gini terus,kapan kamu orang negeri mau merdeka?
Gatot Wibisono @ Minggu, 14 Maret 2010 | 22:15 WIB
Kalau mau sedikit berandai-andai , sepertinya MG as D.G.BI sudah di plot sejak dr sononya , apa mungkin keluar duit tanpa pamrih , seandainya ada peran Robert Tantular dalam ploting itu , angket century sepertinya , mencoba menutupi borok sendiri , tapi blame samebody , kasihan Budiono dan SMI
Rusjdi Djamal @ Minggu, 14 Maret 2010 | 09:52 WIB
Seharusnya KPK tidak hanya menyelidiki anggota DPR yang menerima suap, tapi juga orang yang mensuap untuk bisa menjadi Deputy Gubenur Bank Indonesia itu. Ada apa di BI itu, kenapa orang mau begi nafsu sehingga mau mengeluarkan begitu dahsyatnya uang untuk itu. Perlu diselidiki secara menyeluruh di BI itu, sehingga terungkap kemungkinanan yang lebih besar dari itu. Apa berani KPK ?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.