INILAH.COM, Jakarta - The US Nuclear Regulatory Commission akan bekerja sama dengan FBI untuk menentukan apakah pria New Jersey yang dicurigai menjadi anggota Al-Qaeda memiliki akses ke area sensitif dari nuklir tempat dia pernah bekerja.
Menurut seorang jurubicara komisi tersebut Rich Wolf, di kantornya di Baltimore, Maryland, Sabtu (13/3), FBI sedang menyelidiki Sharif Mobley, 26 tahun dari Buena, New Jersey. Namun dia tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Mobley pernah bekerja di perusahaan nuklir oleh PSEG Nuclear dengan kontraktor yang berbeda-beda di 2002-2008. Ia juga melakukan kerja rutin seperti membawa perbekalan dan membantu dengan kegiatan pemeliharaan, ucap juru bicara perusahaan Delmar Joe.
Kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk melihat apa yang pernah dilakukan dan dimana posisi terakhir dari Mobley, ungkap Holly Harrington, juru bicara komisi nuklir. Ini cukup penting untuk mengetahui apa yang pernah dilakukannya di proyek tertentu dan mengecek apakah ada tindakan kriminal yang pernah dilakukannya.
Mobley dituduh menembak dan membunuh seorang agen keamanan dan melukai beberapa agen hingga parah ketika mencoba melarikan diri dari Republik Hospital di Sanaa, Yaman, akhir pekan lalu.
Pasukan kontraterorisme Yaman bergegas ke tempat kejadian dan menangkap Mobley, yang mengurung diri di kamar rumah sakit, kata Mohammed Albasha, juru bicara Kedutaan Besar Yaman di Washington. Penguasa Yaman menahannya bersama 10 tersangka Al-Qaeda lainnya bulan ini. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !