INILAH.COM, Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) membantah penundaan kunjungan Presiden Amerika Serikat barack Obama karena khawatir dengan terorisme yang saat ini sedang duburu Densus 88.
Justru dengan adanya pengumuman resmi dari Gedung Putih tentang penundaan kedatangan Obama ke Tanah Air memperjelas waktu kedatangannya, papar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Sabtu.
Fais mengatakan selama ini pihaknya belum mendapat pengumuman resmi kedatangan Obama di Tanah Air. Namun, dengan adanya pengumuman itu bahwa Obama akan datang ke Tanah Air pada tanggal 21 Maret menjadi jelas tanggal kedatangannya.
Karena selama kita kita hanya melakukan persiapan saja baik dari segi protokol maupun substansi yang akan dibahas antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat, termasuk persiapan dalam pengamanan yang dilakukan aparat terkait, tutur dia.
Bahkan, Fais juga membantah mundur kedatangan Obama ke Indonesia karena adanya aksi unjuk rasa yang menolak kedatangannya. Aksi unjuk rasa baik yang mendukung atau pun yang menolak kedatangan Obama merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Mereka (pihak AS) juga memahami masalah tersebut, tegasnya.
Ia mengatakan baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah AS saling memahami tentang kondisi sosial, politik di negara masing-masing. Kita juga memahami kondisi politik yang terjadi di AS, bahwa penundaan kedatangan Obama lebih karena persoalan politik di sana, jelasnya.
Seperti diketahui, Presiden Obama menunda kunjungannya ke Indonesia dan Australia karena adanya keluhan dari kalangan anggota DPR asal Demokrat yang merasa dipaksa segera menuntaskan pemungutan suara soal layanan kesehatan agar Obama.
Menurut laporan media, Presiden Obama sendiri telah setuju untuk menunda keberangkatannya dari tanggal 18 Maret menjadi 21 Maret dan akan mempersingkat kunjungannya hanya untuk urusan pekerjaan.
Selain menunda keberangkatan, Presiden Obama juga dilaporkan batal membawa isterinya, Michelle Obama, dan dua puteri mereka Malia dan Sasha ke Indonesia.
Dengan kondisi politik di AS itu maka kemungkinan Obama juga akan membatalkan kunjungan ke SD, tempat Obama belajar saat berada di Indonesia. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !