INILAH.COM, Jakarta - Ada keuntungan besar yang bisa diambil Indonesia, dari rencana kunjungan kenegaraan Presiden Barack Obama ke Indonesia. Salah satunya nilai promosi Indonesia di dunia internasional, pasti meningkat.
Demikian dikatakan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, di Jakarta, Sabtu (13/3). "Kalau Indonesia mau lebih kuat posisinya di internasional, perlu menjadikan AS sebagai batu loncatan. Sekarang tinggal bagaimana Obama bisa ngomong seperti public relation (hubungan masyarakat) kita," kata Anies.
Ia memaparkan, Indonesia harus memiliki agenda strategis terkait kunjungan Obama. Kalau tidak, kondisi bisa terbalik yakni justru agenda AS yang jalan.
Jika Obama yang mempromosikan Indonesia, misalnya terkait pluralitas dan demokratisasi di negara ini, kata Anies, maka efeknya akan luar biasa, bisa dikenang hingga 50 tahun ke depan.
"Seperti ketika pertemuan Presiden Soekarno dengan Presiden John F Kennedy, itu tak terlupakan," kata cucu tokoh pejuang pergerakan nasional AR Baswedan tersebut.
Menurutnya, sangat mubazir jika kunjungan Obama ke Indonesia hanya dimanfaatkan untuk membicarakan persoalan teknis, misalnya soal kerja sama antar kedua negara. "Kerja sama itu mikro, bisa dilakukan setingkat menteri atau dirjen. Yang utama, ya, promosi itu," katanya. Rencana kunjungan Obama ke Indonesia mengalami perubahan jadwal. Semula rencana yang dijadualkan pada (18-24/3), diundur menjadi (21-26/3). [ela]