INILAH.COM, Jakarta - Meski belum serius, tawaran PDIP kepada anggota fraksi PKS, Andi Rahmat bergabung dinilai mubazir. Ada perbedaan ideologi mendasar.
"Sulit Andi Rahmat masuk ke PDIP. Ada alasan kuat, tentang ideologi. Saya kira ajakan Ara (Maruarar Sirait) mubazir jika ditawarkan ke Andi Rahmat," kata peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (13/3) malam.
Menurut Burhan, Andi Rahmat adalah kader PKS yang muncul dari organisasi sayap-sayap PKS.
"Andi Rahmat bukan kader bajakan. Dia masuk dari organisasi. Jadi Ara salah tangkap," ujarnya.
Ia juga mengatakan jika Andi Rahmat menerima tawaran PDIP untuk bergabung, maka para petinggi PKS tentunya akan berkomentar Andi Rahmat tak tahu terima kasih.
"Sebab Andi Rahmat jadi anggota DPR itu karena PAW. Dia diberikan kesempatan oleh PKS," imbuhnya.
Tidak hanya itu, tutur Burhan, Andi Rahmat tidak pernah memiliki masalah dengan PKS. Tidak seperti Lily Wahid yang memiliki konflik pribadi dengan Ketua Umum PKB Muhaimmin Iskandar.
Diketahui, selain Andi Rahmat, PDIP juga meminang Lily Wahid untuk bergabung. Namun tawaran tersebut ditolak oleh Lily Wahid.[Win/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !