INILAH.COM, Makassar- Ketua DPP Partai Demokrat Djafar Hafsah menegaskan
bahwa Presiden SBY tidak akan melakukan reshuffle kabinet. Apalagi dikaitkan dengan hasil akhir Paripurna Hak Angket Century.
Diungkapkan, meski partai koalisi tidak mendukung Partai Demokrat yang mengusung opsi A, tapi Presiden SBY tidak akan melakukan reshuffle.
Bukan Presiden yang melakukan reshuffle. Tetapi menterinya sendiri yang akan mengundurkan diri, karena tidak tahan dengan Demokrat yang terlalu banyak maunya, kata Djafar saat berbincang dengan wartawan di Makassar, Sabtu malam (13/3).
Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat ini, partai-partai koalisi pemerintah tetap akan dievaluasi. Saat itu, jika mereka sudah merasa tidak nyaman dengan Demokrat, mereka
akan menarik diri. Sekaligus, partai koalisi itu akan menarik menterinya.
Tentang evaluasi menteri, Djafar menyatakan bahwa itu penting untuk melihat efektivitas, jalan atau tidaknya koalisi.
Ia menjelaskan, saat ini banyak pertanyaan tentang partai yang suka berbicara apa saja. Seolah-olah, Demokrat tak memiliki kebaikan lagi.
Mereka tanya, bukannya itu partai koalisi Demokrat kan? Yah, itu anehnya, sudah selingkuh masih saja mau berkoalisi dengan
kita! imbuhnya.
Ditambahkan, dalam waktu dekat akan terjadi evaluasi terhadap partai-partai koalisi pemerintah.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !