INILAH.COM, Jakarta - Situs berisi pornografi belum bisa memarkirkan barang dagangnya di alamat yang diinginkan. Badan pengawas internet global menunda keputusannya sampai Juni.
Dewan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers atau ICANN, membutuhkan 70 hari konsultasi untuk menunjuk sebuah domain yang dapat membantu orangtua memblokir akses ke situs-situs porno.
Namun begitu penggunaan akhiran ". Xxx" akan sukarela, dan tidak akan menjauhkan 100% anak-anak di bawah umur.
Pendukung ". Xxx" telah mengajukan proposal sebagai cara agar industri hiburan dewasa itu membersihkan tindakannya, meskipun beberapa situs porno khawatir pemerintah akan tidak akn memberikan mandat termasuk kelompok agama yang tidak akan melegitimasi situs porno.
Yang skeptis juga cenderung menilai situs porno akan mempertahankan tokonya yang sudah ada menggunakan ". Com", bahkan ketika mereka mendirikan toko baru dengan ". Xxx". Hasilnya memberikan orang lebih banyak cara untuk menemukan pornografi online.
ICM Registry LLC pertama kali mengajukan ". Xxx" pada 2000, dan ICANN telah tiga kali menolaknya. Tapi panel luar bulan lalu mempertanyakan penolakan dewan pada tahun 2007, mendorong dewan untuk membuka kembali pembahasan.
"Ada banyak isu-isu kompleks," kata CEO ICANN Rod Beckstrom, tanpa menjelaskan lebih lanjut. [ito]