INILAH.COM, Makassar Dibanding kasus Century, kasus BLBI lebih penting untuk didorong kembali oleh DPR. Kalau perlu, diadakan kajian lagi terhadap kasus itu.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP Partai Demokrat yang juga anggota Pansus Century, Dja'far Hafsah saat berbicang dengan wartawan di Hotel Clarion Makassar.
Djafar ke Makassar dalam rangka kunjugan kerja. Ditegaskan, kebenaran memang harus diungkap sesuai fakta yang ada.
Jika memang bailout Century ini dianggap merugikan negara, dan harus diusung melalui hak angket, dilakukan saja.
Tapi, ada banyak persoalan-persoalan lain yang juga harus diangketkan. Yaitu, kasus
Bantuan lukuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara Rp670 triliun.
Yang terselesaikan sekitar Rp 400 triliun, sementara Rp 270 triliun lagi tidak selesai. Kasus ditutup, tapi barangnya tidak selesai kan? Jika kasus-kasus seperti ini mau dikorek kembali, hanya akan menyita waktu
saja. Itu saja pekerjaan kita, ujarnya.
Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa kasus Century, sepertiya menargetkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres Budiono. Sementara, lanjutnya, Wapres dan Presiden itu satu paket.
Ini menjadi ruwet dan ini saja yang diurusi. Walapun kelihatan enjoy, Tim Pansus yang dibentuk adalah tim politik bukan tim pengadilan. Bukan penyidikan hanya penyelidikan. Sehingga pandangan yang muncul adalah pandangan politis, pungkasnya.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !