INILAH.COM, Jember - Ketua umum Muhammadiyah, Din Syamsudin, menyatakan siap dicalonkan kembali dalam muktamar di Jogjakarta. Ia juga mempersilakan siapapun, termasuk Amien Rais, untuk ikut mencalonkan diri sebagai orang nomor satu perserikatan.
Kesiapan ini dinyatakan kepada para wartawan, di sela-sela peresmian kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah Jember, Minggu (14/3). "Sekarang ini ada pencalonan pada diri kami untuk maju lagi. Sebagai kader Muhammadiyah, saya merasa aib untuk menolak," katanya.
Menurut Din, di Muhammadiyah, dikembangkan kesadaran untuk mengabdi. "Ini lembaga untuk investasi akhirat. Maka jabatan bukan yang dicari, apalagi diperebutkan. Tapi kalau diberi amanah dan merasa bisa, ada waktu dan kemampuan, maka jangan tolak. Bismillah. Siapa saja (boleh maju). Ini lembaga pengabdian, tak ada halangan bagi siapa saja," katanya.
Din menampik pandangan, bahwa Muhammadiyah saat ini telah terpolitisasi. Gejala adanya politisasi kemungkinan merupakan gejala yang muncul akibat reformasi indonesia dengan keterbukaan, kebebasan.
"Kita memberi kebebasan warga bergabung parpol manapun. Ada dampak positif selain negatifnya," katanya.
Namun secara umum, menurut Din, komitmen warga Muhammadiyah terhadap nilai-nilai kemuhammadiyahan masih kuat, termasuk etos beramal. Muhammadiyah juga mulai melakukan pendampingan-pendampingan.
Din menegaskan, Muhammadiyah tetaplah organisasi yang bergerak di bidang dakwah dan jalur kultural. "Kalau pun berpolitik, politik kebangsaan, yakni memperjuangkan nilai," katanya. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !