INILAH.COM, Beijing - Badan legislatif Cina kembali menyetujui anggaran stimulus untuk menekan laju pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, pada akhir pekan lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua minggu, the National People's Congress juga menyetujui amandemen undang-undang pemilihan umum agar perwakilan daerah dalam badan legislatif tersebut meningkat.
Cina, negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia, berhasil lolos dari krisis kala itu dengan menggelontorkan dana sebesar US$1,4 triliun kepada perbankan dan stimulus pemerintah.
Kendati pertumbuhan ekonomi rebound menjadi 10,7 pada kuartal IV 2009, namun badan legislatif menilai keadaan ekonomi global ke depannya masih belum pasti di tengah derasnya kucuran pinjaman yang akan menaikkan inflasi. Serta dapat memicu bubble di pasar saham dan harga jual rumah.
Ketua Kongres Wu Bangguo menyatakan, tingkat pekerja adalah faktor utama dalam mempertahankan keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan kelangsungan restrukrisasi ekonomi, bukan ekspor dan investasi.
Belanja pemerintah Cina tahun ini akan meningkat 10% untuk memacu pemulihan ekonomi, dengan lebih banyak digelontorkan pada perumahan, pensiunan, dan program masalah sosial lainnya bagi negara yang berpenduduk 1,3 miliar orang tersebut.
Cina mengkawatirkan pergerakan inflasi pada tahun ini terkait kenaikan harga pangan, yang dapat memangkas pendapatan hingga 40%.
Dalam rapat Kongres yang dihadiri hampir 3.000 anggota, pemerintah mendapat dukungan untuk kelanjutan anggaran stimulus sebanyak 97,5% suara. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !