INILAH.COM, Jakarta - S&P menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam denomination dolar AS dari Bb- menjadi Bb+. Hal tersebut memberikan sentimen positif bagi investasi.
Demikian disampaikan Senior Ekonom PT Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (14/3). Lana mengatakan, S&P melihat fundamental ekonomi dan politik Indonesia relatif stabil. "Kenaikan peringkat utang oleh S&P memberikan sentimen positif dalam jangka panjang," tutur Lana.
Implikasi dengan adanya kenaikan peringkat utang ini, menurut Lana, pemerintah akan dapat menghemat pengeluaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk surat utang, yaitu bisa membayar kupon bunga obligasi dalam denominasi dolar AS tidak terlalu besar. "Pemerintah membayar kupon bunga obligasi dengan hasil imbal tidak terlalu tinggi," kata Lana.
Lana memperkirakan, dana asing juga masih akan masuk ke Indonesia. Menurutnya, sejak awal tahun dana asing masuk ke surat utang negara (SUN) mencapai Rp7 triliun. Selain itu, kenaikan peringkat oleh S&P ini juga berdampak terhadap penguatan rupiah, namun lebih besar didorong oleh dana yang masuk ke Indonesia. [mre/cms][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !