INILAH.COM, Beijing - Perdana Menteri (PM) China, Wen Jiabao, pada hari Minggu (14/3), mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) melanggar kedaulatan negaranya dengan menjual senjata ke Taiwan dan menerima Dalai Lama di Gedung Putih.
Wen mengatakan bahwa dua langkah itu telah menimbulkan "gangguan serius" pada hubungan AS-China yang memang sudah tegang akibat serangkaian perselisihan perdagangan, nilai yuan dan kebebasan internet.
Washington pada Januari lalu menyetujui penjualan senjata senilai 6,4 miliar dolar AS kepada Taiwan, yang menurut China adalah bagian dari wilayahnya yang menanti reunifikasi.
Presiden AS, Barack Obama, bulan lalu bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama, di Gedung Putih. Beijing mengatakan bahwa pendeta Buddha itu menginginkan kemerdekaan bagi kawasan di Himalaya tersebut, sebuah tuduhan yang disangkal oleh Dalai Lama.
"Langkah-langkah ini melanggar kedaulatan China," kata Wen dalam sebuah konferensi pers yang menandai berakhirnya pertemuan tahunan parlemen.
Dia menekankan kembali posisi China dan tanggung jawab atas masalah-masalah dalam hubungan China-AS tidak berada di tangan Beijing, tapi Washington.
"Hubungan antara AS dan China yang damai akan membuat kedua negara menang," kata Wen kepada wartawan. [*/bar]