INILAH.COM, Kairo - Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang menjalani operasi bedah sepekan lalu, kesehatannya makin membaik. Jaringan penyakitnya telah diangkat selama operasi yang tak terlalu berbahaya.
Demikian dikatakan Ketua tim medis, Dr Markus Buechler dari Heidelberg University Hospital dalam pernyataan, yang dikeluarkan melalui pemerintah Mesir, Minggu (14/3). "Presiden Mubarak telah sembuh dari operasi yang dilakukan di rumah sakit kami, semua berkembang normal. Saya bertemu dengannya setiap pagi di ruangannya, untuk melakukan cek medis rutin harian dan lainnya. Dia mengundang saya untuk minum kopi dan seperti biasanya dia melucu," kata Buechler di dalam pernyataannya.
Mubarak, 81 tahun, yang memerintah Mesir selama hampir tiga dasawarsa, menderita kantong empedu dan telah menjalani operasi Sabtu lalu. Rumah Sakit Universitas Heidelberg, tempat dia dirawat, mengatakan Kamis sebelumnya, bahwa jaringan penyakitnya telah diangkat selama operasi yang tak terlalu berbahaya. Dia telah dipindahkan dari unit rawat intensif, Rabu pekan lalu.
Buechler menambahkan, mobilitas fisik Mubarak terus meningkat. Pernyataan tersebut tidak mengatakan kapan Mubarak akan diizinkan keluar dari rumah sakit. Seperti pada kesempatan lain ketika dia menjalani perawatan medis, pada kejadian terakhir, telah memicu beredarnya rumor mengenai kondisinya. Keluarganya masih mendampinginya selama berada di Jerman.
Mubarak tidak mengatakan apakah dia akan mencalonkan lagi untuk masa jabatan keenam pada pemilihan presiden 2011. Banyak warga Mesir yang percaya bahwa, jika dia tidak mencalonkan lagi, dia akan berusaha untuk menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Gamal, politisi berumur 46 tahun.
Kepala Staf Kepresidenan Mesir, Zakaria Azmi, juga masih mendampingi Mubarak di Jerman. Sementara itu Menteri Kesehatan Mesir, Hatem El Gabaly, telah meninggalkan Heidelberg, Jumat, untuk ke Amerika Serikat. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !