INILAH.COM, Jakarta - Islah secara struktural maupun kultural pernah diajukan PKB kubu Muhaimin Iskandar kepada kubu Gus Dur, namun malah dianggap kecil. Tapi pasca putusan MA, kubu Muhaimin tak mau lagi dianggap kecil.
"Dulu kita selalu ditolak. Kita ini dianggap kecil. Kita dianggap bisa diperlakukan seenaknya, dipecat seenaknya. Mereka juga terlalu optimis yang mereka lakukan itu benar. Padahal jelas-jelas pasal yang mengatur tentang pemberhentian pemberlakuan pemakzulan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan AD/ART partai," tutur Sekjen PKB Lukman Edy.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela Muspimnas PKB dan konsolidasi pemenangan Pemilu 2009 serta Harlah ke-10 PKB di Hotel Nam Center, Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/7).
"Dalam posisi sekarang ini, silahkan ada islah, tapi formulanya seperti apa, itu semua 100 persen dari kita," cetusnya.
Lukman teringat pihaknya pernah mengirim 10 kiai, termasuk KH Aziz Mansyur yang kini menjadi Ketua Umum Dewan Syuro PKB kubu Muhaimin, untuk mendatangi Gus Dur, namun semuanya diusir.
"Tapi kini kita sebagai pemenang, kita yang harus menentukan syarat-syarat kembali. Jika mereka yang menentukan syarat-syarat islah, itu tidak fair," tandas Lukman.[L3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !