INILAH.COM, Jakarta - Untuk yang pertama kali, Ny Sinta Nuriyah, merayakan ulang tahun tanpa suami tercinta: almarhum Gus Dur.
Ny Sinta, sebenarnya lahir tanggal 8 Maret. Tapi karena putri-putrinya belum menemukan hadiah yang pas, ulang tahun ke-62 baru bisa digelar Sabtu, (13/3).
Ultah digelar di kediaman Ciganjur. Ini adalah ultah pertama wanita yang dinikahi Gus Dur pada 11 September 1971, tanpa suami.
Perayaan dilaksanakan sangat sederhana. Putri sulung Gus Dur, Alissa Qotrunnada, mengajak seluruh saudaranya mengucapkan selamat bersama-sama.
Agar ada nuansa ulang tahun, dicari kue di kulkas. Ternyata, hanya ada beberapa potong kue yang sudah seminggu disimpan.
Akhirnya, ultah Ny Sinta dirayakan oleh beberapa orang anggota keluarga dan kerabat. Ultah juga dilanjutkan dengan acara pertemuan keluarga Bani Wahid.
Selain keempat putri, menantu, dan cucu, tampak hadir beberapa saudara kandung Gus Dur. Di antaranya Aisyah Wahid, Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), Umar Wahid, dan Lily Chadijah Wahid.
Pertemuan Bani Wahid sendiri khusus membahas kelanjutan Yayasan Wahid Hasyim sepeninggal Gus Dur yang selama ini bertindak sebagai pimpinan.
Yayasan ini, salah satunya, membawahi Pondok Pesantren Al Munawaroh, Ciganjur, yang dirintis sejak awal 1980-an oleh Gus Dur.
Pada pertemuan itu, adik-adik Gus Dur dan sejumlah generasi ketiga Bani Wahid sepakat melanjutkan pembangunan pesantren. "Sebab, ini juga cita-cita Ibu Sholichah Wahid, ibunda kami semasa hidup," ujar Aisyah Wahid.
Pertemuan tersebut juga memutuskan bahwa pengelolaan Yayasan Wahid Hasyim sudah diturunkan kepada generasi ketiga (cucu KH A Wahid Hasyim).
Susunan pengurusnya adalah, Atik binti Umar Wahid sebagai ketua, didampingi Irfan Wahid (putra Gus Sholah), dan Alissa Qotrunnada Wahid (putri sulung Gus Dur) sebagai wakil.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !