INILAH.COM, Karakas - Presiden Venezuela, Hugo Chavez dikecam kelompok kebebasan media karena ingin membuat peraturan mengenai internet, khususnya setelah muncul halaman pembunuhan menterinya.
"Internet tidak dapat memberitakan semua apa yang dikatakan dan dilakukan orang. Setiap negara harus memberlakukan peraturan-peraturan dan undang-undangnya sendiri," kata Chavez.
Ia mengutip pernyataan Kanselir Jerman, Angel Merkel, yang mengatakan perasaan serupa.
Chavez berang terhadap pendapat politik dan gosip halaman internet Noticierodigital, yang memberitakan hal tidak benar bahwa Diosdado Cabello, menteri senior dan pembantu dekatnya, dibunuh.
Presiden Chavez mengatakan, berita itu telah muncul selama dua hari.
"Kami harus bertindak. Kami akan meminta bantuan jaksa agung, karena ini adalah satu tindak pidana. Saya telah memberitahu bahwa halaman ini secara berkala menyiarkan berita-berita yang menyerukan kudeta. Ini tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook sangat populer di kalangan gerakan-gerakan oposisi Venezuela untuk melakukan protes-protes terhadap pemerintah.
Chavez mengeluhkan orang menggunakan halaman seperti itu untuk menyebarkan desas-desus yang tidak berdasar.
Banyak kelompok oposisi khawatir Chavez berencana untuk menutupi kekeliruan pemerintah dengan melarang halaman internet, seperti yang digunakan oleh sekutu-sekutunya di Kuba, China dan Iran.
Namun, pemimpin sosialis itu tidak memberikan tanda bahwa ia sedang merencanakan tindakan represifnya.[ito]