INILAH.COM, Jakarta - Hizbut Tahrir Indonesia melalui pernyataan sikapnya menegaskan, dalam pandangan hukum syar'i, haram hukumnya menerima kedatangan Presiden Amerika Barrack Obama sebagai tamu kehormatan.
Dalam pernyataan sikap HTI dan para ulama di gedung Balai Pustaka, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Ketua HTI, Rohmat S Labib, menegaskan alasan fatwa haram tersebut.
Pertama, dari segi politik kedatangan Obama pasti membawa agenda jahat, di antaranya keinginan Amerika menjadikan Indonesia sebagai pangkalan militer.
"Kami menolak kedatangan Obama karena dia adalah Presiden sebuah negara penjajah. Indonesia yang anti penjajahan harusnya menolak Obama sebagai tamu kehormatan, karena secara ekonomi sudah jelas Amerika menjajah Indonesia dengan menyedot sumber daya alam kita," ujar Rohmat.
Hanya saja, menurut Rohmat, di Indonesia, Amerika tidak melakukan kekerasan seperti yang mereka lakukan di negara-negara lain. Tapi tidak menutup kemungkinan Amerika akan menyerang Indonesia suatu saat.
"Kedua, terhadap orang yang baru diduga teroris, pemerintah kita sudah menembak mati. Tetapi teroris besar seperti Obama justru diterima sebagai tamu kehormatan. HTI dan para ulama sepakat bahwa haram hukumnya menerima kedatangan Obama," tegas Rohmat.
Rahmat menyatakan akan menggelar demonstrasi besar-besaran di Jakarta, dan di beberapa daerah, sebelum kedatangan Obama.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !