inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dirut PLN: Masyarakat Lebih Pentingkan Pulsa

Headline
Dahlan Iskan - inilah.com
Oleh: Makarius Paru
Senin, 15 Maret 2010 | 09:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) menilai sekarang ini masyarakat lebih mementingkan membeli pulsa daripada membayar tagihan listrik setiap bulan.

"Orang beli pulsa 80 ribu rupiah per bulan tidak apa-apa, tetapi kalau beli listrik 50 ribu rupiah per bulan tidak mau," kata Dahlan Iskan, kemarin.

Sementara soal rencana kenaikkan TDL, Dahlan menyatakan itu bukan wewenang PLN. Namun itu sebagai keputusan pemerintah yang harus disetujui DPR. "saya tidak akan ngomong soal TDL karena saya tahu bahwa TDL itu bukan wewenang PLN, itu urusan pemerintah dengan DPR," jawabnya.

PLN pada prinsipnya melakukan semua yang diputuskan pemerintah bersama DPR. Sekarang ini fokus PLN adalah meningkatkan pelayanan, memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Tetapi dengan terjadinya kenaikan TDL, otomatis memberikan implikasi pada peningkatan pelayanan.

PLN bisa melakukan investasi berupa penambahan transmisi, jaringan. Kalau TDL naik secara teoritis tentu saja bakal memberikan pelayanan baik. "Kalau pun TDL tidak dinaikkan, otomatis untuk 2010 PLN membutuhkan tambahan subsidi. PLN mebutuhkan subsidi tambahan sekitar Rp15 triliun. Bagai PLN sma saja, TDL tidak naik otomatis butuh tambahan subsidi," terangnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
anjing @ Rabu, 29 September 2010 | 03:37 WIB
dasar antek kapitalis
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.