INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) menilai sekarang ini masyarakat lebih mementingkan membeli pulsa daripada membayar tagihan listrik setiap bulan.
"Orang beli pulsa 80 ribu rupiah per bulan tidak apa-apa, tetapi kalau beli listrik 50 ribu rupiah per bulan tidak mau," kata Dahlan Iskan, kemarin.
Sementara soal rencana kenaikkan TDL, Dahlan menyatakan itu bukan wewenang PLN. Namun itu sebagai keputusan pemerintah yang harus disetujui DPR. "saya tidak akan ngomong soal TDL karena saya tahu bahwa TDL itu bukan wewenang PLN, itu urusan pemerintah dengan DPR," jawabnya.
PLN pada prinsipnya melakukan semua yang diputuskan pemerintah bersama DPR. Sekarang ini fokus PLN adalah meningkatkan pelayanan, memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Tetapi dengan terjadinya kenaikan TDL, otomatis memberikan implikasi pada peningkatan pelayanan.
PLN bisa melakukan investasi berupa penambahan transmisi, jaringan. Kalau TDL naik secara teoritis tentu saja bakal memberikan pelayanan baik. "Kalau pun TDL tidak dinaikkan, otomatis untuk 2010 PLN membutuhkan tambahan subsidi. PLN mebutuhkan subsidi tambahan sekitar Rp15 triliun. Bagai PLN sma saja, TDL tidak naik otomatis butuh tambahan subsidi," terangnya. [hid]