INILAH.COM, Pandeglang - Ada indikasi, dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang juga jadi tempat latihan perang para teroris. Aparat sedang memantau.
Dua kecamatan itu adalah Kecamatan Cisata dan Kecamatan Menes. Dugaan bahwa kedua kecamatan ini jadi tempat latihan teroris, diungkap oleh Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi.
Usai acara gelar pasukan pengamanan Pilkades di Alun-Alun Pandeglang, Sabtu (13/3), Eran mengatakan, meskipun kedua Kecamatan itu diduga jadi tempat latihan para teroris, namun secara keseluruhan diyakini wilayah Pandeglang dalam keadaan kondusif.
Menurut Erwan, aksi para teroris saat ini sudah sangat menghawatirkan. Untuk itu dia minta kepada masyarakat, untuk turut aktif dalam mencegah masuknya para teroris ke wilayah Pandeglang.
"Masyarakat harus segera melaporkan kalau ada orang asing yang gerak-geriknya mencurigakan kepada aparat setempat," ujarnya.
Lebih lanjut Erwan mengatakan, sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Santri, dirinya berharap tidak ada warga Pandeglang yang menjadi anggota teroris ataupun menjadi simpatisannya.
"Para orangtua harus mengawasi gerak gerik anaknya, khususnya pada saat di luar rumah. Begitupun ketika berada di rumah saat ada yang mencurigakan dari tingkah laku anak mereka, harus secepatnya merespon," katanya.
Sementara itu Kapolres Pandeglang Ajun komisaris Besar Polisi (AKBP) Krisnandi mengatakan, menyusul tertangkapnya pelaku teroris di Aceh yang diantaranya adalah warga Pandeglang, pihaknya tidak melakukan pemantauan khusus.
Hal itu agar tidak ada ketersinggungan dari sejumlah pihak. "Meski demikian untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan lain. kami melakukan upaya pendekatan persuasif baik kepada tokoh agama maupun masyarakat," tegasnya.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !