INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (15/3) diprediksikan menguat. Tipisnya transaksi dan rencana penggenjotan produksi hingga 85% menjadi pemicunya. Strong buy BUMI! Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan potensi penguatan saham BUMI hari ini, salah satunya dipicu tipisnya transaksi di pasar menjelang libur Hari Raya Nyepi, Selasa (16/3) besok.
Menurutnya, dari sisi
trading (bukan fundamental) untuk naik satu hingga dua level sangat gampang bagi saham sejuta umat ini. Sebab, pada saat transaksi tipis, susah juga bagi pasar untuk melakukan aksi jual.
Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.650 dan Rp2.440 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (14/3).
Jumat (12/3) akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.525. Harga tertingginya mencapai Rp2.550 dan terendah Rp2.500. Volume transaksi mencapai 79,6 juta unit saham senilai Rp200,9 miliar dan frekuensi 2.280 kali.
Willy mengaku khawatir dengan libur Nyepi yang bisa memicu hengkangnya beberapa
hedge fund maupun investor dari pasar. Sebab, kebanyakan dari mereka sudah melakukan libur panjang sejak Jumat (12/2).
Di antara mereka, sudah bepergian ke luar negeri ataupun ke luar kota . Tapi saya yakin, meski hari ini terjepit, tapi
potential rebound BUMI terbuka lebar, ujarnya.
Willy menegaskan, meskipun beberapa investor melakukan
wait and see dengan melakukan pantauan jarak jauh atau mengabaikan pasar untuk satu hari ini saja, tidak akan memicu koreksi. Sebab, investor sudah merasa tenang dengan kenaikan indeks Dow Jones pekan lalu, paparnya,
Indeks Dow Jones ditutup positif 12,85 poin ke level 10.624. Hal ini membuat investor yang melakukan libur panjang, merasa aman. Karena itu, potensi untuk menguat terbuka lebar. Pasar beranggapan indeks tidak akan terkoreksi lebih jauh.
Nggak usah ketemu market, nanti saja di hari Rabu (17/3), imbuhnya.
Karena itu, tegasnya,
trading saham BUMI akan menguat akibat tipisnya volume transaksi. Apalagi, harga komoditas saat ini dibantu harga minyak mentah dunia yang sudah berada di atas US$80 per barel. Harga batubara sendiri masih tinggi di level US$94 per metrik ton. Hal itu sudah sangat menggembirakan, ungkapnya.
Di sisi lain, potensi penguatan BUMI juga dipicu rencana perseroan yang akan menggenjot produksi sebesar 85% menjadi 111 juta ton batubara pada 2012. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Kenaikan BUMI belakangan ini juga membuktikan,
road show pihak manajemen ke AS, Eropa, dan Jepang menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebab, sebelum
roadshow, saham BUMI berada di level Rp2.200-an.
Roadshow-nya belum selesai saham ini sudah bertenger di level Rp2.475 dan melanjutkan penguatan ke level Rp2.525, tandasnya.
Sementara itu, sentimen market pun berpeluang positif hari ini. Sebab, meski indeks saat ini harganya berada level tinggi, tapi sudah ketinggalan dibandingkan bursa Singapura yang sudah terpaut 220 poin di level 2.881 sementara IHSG
^JKSE di level 2.666. Padahal sebelumnya hanya selisih 140 poin, ucapnya.
Indeks dengan susah payah memecahkan level 2.500 dan dengan gampang tembus 2.600. Karena itu, Indonesia ketinggalan sehingga peluang penguatannya akan terus berlanjut mengejar Singapura.
Ketinggalan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti skandal Bank Century. Sehingga, hari ini indeks bisa pulih (
recover) mengejar ketinggalan itu. Saya rekomendasikan
storng buy BUMI dengan target tetap di level Rp3.200 hingga Juni, dan Rp4.500 hingga akhir tahun ini, pungkasnya. [mdr] [[indosat]]