inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

IHSG Pekan Ini Melandai, Jangan Agresif!

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Senin, 15 Maret 2010 | 11:13 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta IHSG pekan ini diperkirakan bergerak melandai seiring posisinya yang berada di level-level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Pelaku pasar disarankan tidak terlalu agresif.
Muhammad Alfatih, pengurus Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI) mengatakan potensi koreksi indeks pekan ini dipicu oleh posisinya saat ini yang sudah mencapai harga tertinggi pada pekan ketiga Januari lalu. Saat itu, harga tertingginya mencapai 2.689. Alhasil, indeks pun sudah kembali ke level tertinggi yang pernah terjadi selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, dalam level-level tertinggi ini, pada umumnya market akan terjadi koreksi terlebih dahulu. Karena itu, indeks akan mengarah ke level support pertama 2.665 dan 2.650 sebagai support keduanya.
Sedangkan resistance pertama berada di level 2.680 dan 2.720 sebagai level resistance berikutnya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (14/3).
Pada perdagangan Jumat (12/3), IHSG ditutup melemah 10,011 poin (0,37%) ke level 2.666,511. Indeks saham unggulan LQ 45 juga melemah 2,607 poin (0,50%) ke level 519,873.
Alfatih kembali memaparkan, pelaku pasar yang sempat membeli di harga tinggi pada pekan ketiga Januari lalu, mengalami floating loss, ketika indeks terkoreksi. Sekarang, di saat indeks mengalami kenaikan kembali, mereka dipastikan akan melakukan profit taking, timpalnya.
Apalagi, setelah penantian lama, investor tidak mau mengambil risiko. Sebab, dikhawatirkan saham yang dipegangnya akan turun kembali. Karena itu, banyak pelaku pasar yang menjual posisinya yang memicu koreksi indeks. Jumat (12/3), indeks turun di bawah level pembukaan, bahkan turun di bawah harga sebelumnya, ujarnya.
Namun demikian, menurutnya, tidak tertutup kemungkinan, di level-level support indeks akan mengalami rebound kembali. Apalagi, jika perbaikan rating utang luar negeri RI menjadi BB+ oleh lembaga pemeringkat Standard & Poors, direspon positif oleh market.
Tren naik yang sudah terjadi sejak pekan kedua Februari bisa berlanjut, imbuhnya.
Syaratnya, indeks bisa menembus level resistance 2.680 sebagai level psikologis.
Jika level resistance itu ternyata bisa ditembus, kenaikan selanjutnya dalam jangka pendek-menengah ke arah level resistance 2.720. Sebab, di sisi lain, potensi kenaikan indeks juga mendapat dukungan dari data retail sales di AS yang naik 0,3%.
Hal ini bisa menambah peluang bagi kenaikan indeks akibat potensi market regional yang positif. Karena itu, koreksi yang ada hanya bersifat jangka pendek, ungkapnya. Sebaliknya, jika rating tersebut belum direspon pasar, yang terjadi justru koreksi terlebih dahulu.
Dalam kondisi ini, menurut Alfatih, saham-saham yang perlu diperhatikan adalah PT Indosat (ISAT) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Bisa juga buy on weakness. Tapi, jangan terlalu agresif. Sebab, koreksi indeks belum bisa dipastikan hingga seberapa jauh, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.