INILAH.COM, Jakarta - Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi pastikan akan hadirkan Nunun Nurbaeti Daradjatun sebagai saksi dalam persidangan empat terdakwa dugaan penerimaan cek perjalanan, Dudhie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Endin Soefihara dan Hamka Yandu.
"Nunun akan kita hadirkan di persidangan. Nanti kita lihat perkembangannya di persidangan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi wartawan, Minggu (15/3).
Saat ini, kata Johan, dalam kasus itu Nunun masih berstatus sebagai saksi. Apakah status hukum Nunun akan meningkat menjadi tersangka, Johan menegaskan, setiap perkembangan di persidangan akan menjadi masukan.
Nunun, pengusaha yang merupakan istri mantan Wakapolri, Komjen Pol. Adang Daradjatun, sekarang anggota Komisi III DPR yang diusung FPKS itu pun melalui kuasa hukumnya, mengaku siap memberikan kesaksian di pengadilan.
"Silakan saja Bu Nunun diminta hadir di persidangan. Sebagai warga negara tentunya kalau dipanggil harus siap. Siapapun yang memanggil ," ujar Kuasa Hukum Nunun, Partahi Sihombing ketika dihubungi terpisah.
Diakui Partahi, Nunun mengaku pusing terkait penyebutan namanya di dalam dakwaan mantan anggota Dewan, Dudhie Makmun Murod dan Udju Djuhaeri sebagai pemberi cek perjalanan. "Dia pusing juga. Tapi tidak mau berkomentar dulu," ujar Partahi menanggapi beredarnya dokumen KPK yang menyebut Nunun sudah bisa disangkakan dengan pasal 5 UU Pemberantasan Korupsi.
Ia kembali menegaskan, kliennya tidak terlibat baik dalam penyiapan maupun pemberian cek berupa TC BII kepada anggota dewan Komisi IX DPR RI. Partahi juga menyangkal kliennya pernah melakukan pertemuan dengan Hamka Yandu untuk membahas soal pemberian hadiah bagi anggota dewan.
Sebaliknya, Partahi menantang para terdakwa menunjukkan tanda terima dan saksi yang bisa membuktikan adanya keterlibatan Nunun. "Pengakuan terdakwa tidak mengikat, itu hanya petunjuk dan keterangan saksi. Sekarang mana bukti tanda terimanya, mana saksinya," pungkasnya. [jib]