INILAH.COM, Jakarta - Lamanya Presiden menyerahkan nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) diperkirakan akibat sulitnya mencari sosok yang terpercaya.
"Saya kira Presiden masih belum percaya siapa orang yang tepat untuk diharapkan memimpin BI," ujar anggota Komisi XI, Hary Azhar Azis kepada INILAH.COM, Senin (15/3).
Menurut Hary, sikap terlalu berhati-hati tersebut disebabkan karena kasus dana talangan Bank Century. Presiden ingin mendapatkan sosok yang tepat dan bertanggung jawab untuk menjabat sebagai Gubernur BI.
"Apalagi sejak keputusan DPR atas kasus Bank Century, ekspektasi masyarakat meningkat agar figur yang pimpin BI lebih transparan dan makin bertanggungjawab ke depan," tuturnya.
Selanjutnya Hary menuturkan, DPR sudah meminta Presiden mempercepat pengajuan calon Gubernur BI karena dikhawatirkan berkembang menjadi wilayah spekulasi baru.
Namun saat ditanya siapa calon kuat Gubernur BI, Hary enggan berkomentar. Menurutnya, hal tersebut masih harus menunggu calon-calon yang diajukan Presiden. "Biarlah Presiden ajukan dulu nama-nama calon itu, sebab sekarang masih wilayah kewenangan Presiden. Nanti setelah diajukan Presiden, baru menjadi kewenangan kami di DPR untuk memilih atau menolak calon-calon yang diajukan itu," pungkasnya. [cms]