INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (15/3) diprediksikan menguat. Tipisnya transaksi di pasar menjelang libur Nyepi, justru jadi salah satu pemicunya. Strong buy BUMI!Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan tipisnya transaksi di pasar memicu penguatan
BUMI dengan mudah. Sebab, dalam kondisi ini dengan pembelian yang tidak terlalu besar harganya akan langsung terangkat. Karena itu, BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.650 dan Rp2.440 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Akhir pekan lalu, Jumat (12/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.525, dengan intraday Rp2.550 dan Rp2.500. Volume transaksi mencapai 79,6 juta unit saham senilai Rp200,9 miliar dan frekuensi 2.280 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI awal pekan ini?Penguatan masih terbuka lebar. Salah satu pemicunya karena tipisnya transaksi di pasar menjelang libur Hari Raya Nyepi, Selasa (16/3) besok. Dari sisi
trading (bukan fundamental) untuk naik satu hingga dua level sangat gampang bagi saham ini. Sebab, pada saat transaksi tipis, susah juga bagi pasar untuk melakukan aksi jual.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.650 dan Rp2.440 sebagai level
support-nya. Memang, kita mengkhawatirkan libur Nyepi memicu hengkangnya beberapa
hedge fund maupun investor dari pasar. Sebab, kebanyakan sudah libur panjang sejak Jumat (12/2). Tapi saya yakin, meski hari ini terjepit,
potential rebound BUMI masih terbuka lebar.
Meskipun beberapa invetor
wait and see dengan melakukan pantauan jarak jauh atau mengabaikan pasar sehari ini saja, tidak akan memicu koreksi. Sebab, investor sudah merasa tenang dengan kenaikan indeks Dow Jones akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones ditutup positif 12,85 poin ke level 10.624. Hal ini membuat invsetor yang libur panjang, merasa aman. Karena itu, potensi untuk menguat terbuka lebar. Sebab, pasar beranggapan indeks tidak akan terkoreksi lebih jauh.
Nggak usah ketemu market, nanti saja di hari Rabu (17/3). Karena itu, untuk
trading saham BUMI akan menguat akibat tipisnya volume transaksi.
Apakah harga komoditas masih bisa menopang penguatan BUMI?Apalagi itu. Harga komoditas saat ini, minyak mentah dunia sudah berada di atas US$80 per barel--US$81, US$82, dan US$83 per barel. Harga batu bara sendiri masih tinggi di level US$94 per metrik ton. Semua itu sudah sangat menggembirakan.
Bagaimana rencana perseroan yang akan menggenjot produksi hingga 85%? Ya, itu juga. Di sisi lain, potensi penguatan BUMI dipicu oleh rencana perseroan yang akan menggenjot produksi sebesar 85% menjadi 111 juta ton batubara pada 2012. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Kenaikan BUMI belakangan ini juga membuktikan,
road show pihak manajemen ke AS, Eropa, dan Jepang menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebab, sebelum
roadshow, saham BUMI berada di level Rp2.200-an.
Roadshow-nya belum selesai pun saham ini sudah bertenger di level Rp2.475 dan melanjutkan penguatan ke level Rp2.525.
Bagaimana dengan sentimen market?Sentimen market pun berpeluang positif hari ini. Sebab, meski indeks saat ini harganya berada level tinggi, tapi IHSG sudah ketinggalan dengan bursa Singapura. Dengan Singapura, indeks Indonesia sudah terpaut 220 poin di level 2.881 dibandingkan IHSG
^JKSE yang masih di level 2.666. Padahal sebelumnya hanya selisih 140 poin.
Indeks dengan susah payah memecahkan level 2.500 dan dengan gampang tembus 2.600. Sebab, Indonesia ketinggalan sehingga peluang penguatanya akan terus berlanjut mengejar Singapura. Ketinggalan terjadi karena adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti skandal Bank Century. Sehingga, hari ini indeks bisa pulih (
recover) mengejar ketinggalan itu.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?Saya rekomendasikan
storng buy untuk BUMI dengan target tetap di level Rp3.200 hingga Juni, dan Rp4.500 hingga akhir tahun ini. [jin/ast]