INILAH.COM, Jakarta - Latihan gabungan penanggulangan antiteror TNI-Polri resmi ditutup. Upacara penutupan yang dilakukan di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dipimpin langsung Panglima TNI Jendral Djoko Santoso. Dalam upacara ini juga dikibarkan bendera setengah tiang.
Latihan kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan penanggulangan aksi teror TNI-Polri yang digelar pada 11 dan 13 Maret silam resmi ditutup. Bertindak sebagai komandan upacara Kolonel Laut Teknik Andy Kriswanto. Sebanyak 3.559 personel yang berasal dari unsur Polri-TNI, seperti Densus 88, Bareskrim, Samapta, dan juga Bais TNI, Satintel Kotamaops, Sat-81/Gultor, Denjaka, Denbravo 90, dan lainnya ikut serta dalam latihan gabungan ini.
Pada 13 Maret lalu, latihan pengamanan di Gedung Bursa Efek Jakarta dilakukan Kostrad dan Densus 88, di Hotel Borobudur oleh Densus 88 dan Kodam Jaya, di Bandara Soekarno-Hatta oleh Sat 81-Gultor, Kopassus, Denbravo dan Densus 88. Selain itu, Kapal Super Tanker di Perairan Kepulauan Seribu oleh Tim Kopaska dan Polri, dan oil rig di Perairan Kepulauan Seribu oleh Gultor Denjaka, dan Hotel Mercure Ancol oleh Kodam Jaya dan Tim Gegana Mabes Polri.
Latihan lapangan ini meliputi teknik infiltrasi, menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat, teknik dan taktik perebutan cepat, teknik dan taktik pembebasan tawanan/sandera, teknik demolisi dan jihandak, teknik penyelamatan, pertolongan, dan evakuasi, teknik eksfiltrasi, pengolahan TKP dan DVI, serta analisa manajemen krisis dan prosedur bantuan TNI-Polri.
Hadir pada acara penutupan ini adalah Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri, kepala staf dari tiga matra TNI, serta para petinggi Mabes Polri. Dalam upacara ini dikibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk tanda belasungkawa atas wafatnya mantan Kasaud Marsekal Salef Basara, yang meninggal pada Kamis (11/3) pekan lalu. [mut]