INILAH.COM, Jakarta Pembicaraan dengan China tentang sensor telah mencapai jalan buntu dan Google sebagai mesin pencari terbesar di dunia 99,9% yakin akan menutup mesin pencari Chinanya.
Hal tersebut dikatakan dalam situs Google yang menjelaskan rencana detil untuk menutup mesin pencari miliknya di China.
Sebuah koran lokal merujuk pada salah seorang yang familiar dengan perusahaan menyatakan meskipun keputusan dapat segera dibuat, Google tampaknya membutuhkan waktu lebih lama untuk menjalankan rencananya itu.
Apa yang dilakukan adalah membawa pendekatan yang lebih baru di mana perusahaan mengambil langkah melindungi karyawannya dari balas dendam yang bisa dilakukan otoritas setempat.
China memperingatkan pada Jumat (12/03) Google telah melawan hukum.
Google mengejutkan perputaran politik dan bisnis pada bulan Januari ketika mengancam akan menarik diri dari China.
Ancaman tersebut muncul setelah adanya serangan cyber yang berasal dari peretas China terhadap Google dan 30 firma lainnya.
Jika Anda tidak menghargai hukum di China, maka Anda tidak bersahabat dan tidak bertanggung jawab, dan konsekuensinya ada di Anda sendiri, ujar Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Li Yizhong.[ito]