Minggu, 27 Mei 2012 | 17:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
M Romahurmuziy
Populer Berkat Pansus Century
Headline
M Romahurmuziy - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Kawiyan
web - Senin, 15 Maret 2010 | 10:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Muhammad Romahurmuziy boleh merasa lega. Tugasnya sebagai anggota panitia khusus atau Pansus Bank Century DPR ia tuntaskan dengan baik.
Ia mendorong seluruh anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memilih opsi C pada rapat paripurna DPR, pekan lalu. Opsi C adalah opsi rekomendasi DPR yang menyebutkan bahwa kasus bailout kepada Bank Century sebesar Rp6,7 triliun mengandung unsur pelanggaran dan harus ditindaklanjuti secara hukum.
Opsi lain dalam rapat paripurna itu adalah A yang menyebutkan tidak ada pelanggaran dalam kasus bailot dana Bank Century. Dalam pengambilan keputusan melalui voting terbuka opsi A mendapat dukungan 212 suara (dari FD, FKB, dan FPAN). Sedangkan opsi C memperoleh dukungan 325 suara (dari FPDIP, FG, FPKS, FPPP, F Gerindra, dan F Hanura).
Sebelumnya saya sempat khawatir jika fraksi kami tidak memilih opsi C. Sebagai anggota Pansus dan sebagai pimpinan FPPP, saya malu kalau pilihan fraksi tidak sesuai aspirasi publik, ujar Romi, panggilan akbar Romahurmuziy kepada INILAH.COM, baru-baru ini.
Memang, sebelum voting diambil, publik sempat meragukan keberanian FPPP untuk bersikap beda dengan Demokrat, mitra koalisinya di pemerintahan. Sebelum memilih opsi C, FPPP juga sempat memilih opsi AC yang menyebutkan kasus bailot Bank Century tidak mengandung unsur pelanggaran tetapi dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan.
Sikap FPPP memilih opsi C bukan tak menimbulkan masalah. Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali sempat marah pada koleganya di DPR. Sebab, sikap itu akan menyulitkan posisinya sebagai pembantu Presiden SBY.
Saat ini, Suryadharma Ali menjabat Menteri Agama. Karena itu, sebelum FPPP mengambil sikap terakhir, SDA, panggilaan akrab Suryadharma Ali, terus mencoba mempengaruhi anggota fraksi.
Upaya terakhir SDA adalah mengirim SMS kepada Hazrul Azwar (Ketua FPPP) dan Romahurmuzy (Sekretaris FPPP). SMS itu berbunyi, Pak Hasrul, Romi, dkk, PPP ikut garis Demokrat. Laa haula walla quwwata illa billah. Yang dimaksud SDA dalam SMS itu jelas, mengajak agar semua anggota FPPP mengikuti sikap FD dengan memilih opsi A. Usaha SDA sia-sia.
Kendati sikap PPP berbeda dengan Partai Demokrat, Romi menyatakan tidak ingin membangun permusuhan. Berbeda sikap, tetapi menjaga ukhuwah atau persatuan, ujar Romi yang mengaku ingin mengembangkan jalan politik pesantren yang mengedepankan kesantunan.
Selain menjadi anggota Pansus, Romi juga sebagai salah satu inisiator hak angket kasus Century atau yang dikenal dengan istilah Tim 9. Bersama anggota tim lainnya, Romi ikut road show menemui sejumlah tokoh seperti Amien Rais, Aburizal Bakrie, A Syafii Maarif, dan Surya Paloh. Dukungan tokoh masyarakat agar Pansus menjalankan tugas sesuai amanat rakyat, besar sekali, tutur Romi.
Romahurmuzy termasuk politisi yang masih amat muda. Ia lahir di Sleman, DIY pada 1974 silam. Jadi sekarang usianya baru 37 tahun. Romi berasal dari keluarga santri. Ayahnya (almarhum) Prof Dr KH Tolhah Mansoer adalah guru besar IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Kakak kandungnya, M Fajrul Falakh, adalah pakar hukum tatanegara. Meski lahir dan besar dari keluarga santri, Romi memilih belajar teknik saat kuliat di S1 ITB pada 1999, dan S2 ITB di 2002.
Romi dikenal sebagai anak yang cukup cemerlang. Saat duduk di bangku SMP dan SMP, Romi sering menjadi juara tingkat nasional dalam berbagai perlombaan. Romi juga mahir melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dan pernah menyabet juara MTQ tingkat Provinsi DIY.
Karir Romi, antara lain sebagai staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali (2004-2009). Jabatan politik yang dipegangnya, antara lain sebagai Wakil Sekjen DPP PPP dan Sekretaris Fraksi PPP DPR. Ia terpilih sebagai anggota DPR hasil Pemilu 2009. Di luar kesibukannya itu, Romi masih aktif di sejumlah organisasi di bawah Nahdlatul Ulama.
Menikah dengan dr Henny Widiyanti, tokoh muda NU ini telah dikarunai seorang putri bernama Nurul Izzah Khairunnisa. Dalam kesibukannya, Romi berusaha menyempatkan diri menikmati hobi lamanya, yaitu bermain gitar dan berolahraga joging. Untuk bersama istri dan putrinya, Romi pun sesekali berekreasi ke Taman Safari atau ke Ancol. Saya pilih rekreasi itu karena murah, ujarnya berterus terang. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Galih
Kamis, 18 Maret 2010 | 07:44 WIB
Terbukti Pansus hanya menjadi arena untuk mencari populeritas walaupun yang disuarakan adalah bisikan para "setan penghasut/provokator" yang sebenarnya nggak ahli dan nggak kompeten untuk ngomong soal ekonomu makro dan perbankan. Kalau suara yg bukan ahlinya yang menentukan keputusan Bangsa dan Negara ini, maka tunggu saat kehancuran
Galih
Kamis, 18 Maret 2010 | 07:29 WIB
Lulusan ITB kok memvonis permasalahan ekonomi makro dan perbankan, emang punya kompetensi dan apa bener2 tahu banyak??? Kalau nggak tahu banyak, maka pendapat dia hanya ikut arus dimana kalau kebanyakan arusnya adalah "suara setan yang penghasut dan provokator" itu maka pendapatnya akan cenderung mewakili kepentingan "setan".
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.