Minggu, 27 Mei 2012 | 17:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKDN PGE Dekati Zero Persen
Headline
istimewa
Oleh: Makarius Paru
web - Senin, 15 Maret 2010 | 11:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) mengakui pemanfaatan komponen dalam negeri (PKDN) dalam pengembangan WKP Geothermalnya masih 2-3%, bahkan mendekati Zero Persen.

Hal tersebut dikatakan President Director PT PGE Abadi Poernomo di Jakarta, Senin (15/3)."PKDN pada kegiatan eksplorasi WK panas bumi di PGE hanya 2-3%, bahkan dekati zero persen," katanya.

Kondisi tersebut tidaklah berlebihan, karena memang PGE juga kesulitan menemukan industri dalam negeri yang benar siap berkontribusi pada pengembangan WK panas bumi.

Karenanya pengembang WK Panas Bumi seperti PGE tentunya berharap banyak kepada industri nasonal, misalnya dalam memproduksi turbin. Kalau turbin besar dengan skala kapasitas 50MW sampai 110MW belum mampu, industri dalam negeri bisa memulainya dengan membuat turbin skala kecil capai 10MW.

Pengembang WK Panas Bumi juga mengharapkan kontribusi BUMN seperti PT Krakatau Stell yang memproduksi pipa baja. PT KS berpotensi mendapatkan pangsa pasarnya di dalam negeri.

Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT, Arya Rezavidi mengatakan sampai tahun 2014 Pemerintah menargetkan PKDN dalam pengembangan WK Panas Bumi capai 60% terutama dalam pelaksanaan Engineering Procurement Contract (EPC) nya.

"Kalau ini bisa ditingkatkan paling tidak secara ekonomis mampu meningkatkan industri nasional," katanya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.