INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) mengakui pemanfaatan komponen dalam negeri (PKDN) dalam pengembangan WKP Geothermalnya masih 2-3%, bahkan mendekati Zero Persen.
Hal tersebut dikatakan President Director PT PGE Abadi Poernomo di Jakarta, Senin (15/3)."PKDN pada kegiatan eksplorasi WK panas bumi di PGE hanya 2-3%, bahkan dekati zero persen," katanya.
Kondisi tersebut tidaklah berlebihan, karena memang PGE juga kesulitan menemukan industri dalam negeri yang benar siap berkontribusi pada pengembangan WK panas bumi.
Karenanya pengembang WK Panas Bumi seperti PGE tentunya berharap banyak kepada industri nasonal, misalnya dalam memproduksi turbin. Kalau turbin besar dengan skala kapasitas 50MW sampai 110MW belum mampu, industri dalam negeri bisa memulainya dengan membuat turbin skala kecil capai 10MW.
Pengembang WK Panas Bumi juga mengharapkan kontribusi BUMN seperti PT Krakatau Stell yang memproduksi pipa baja. PT KS berpotensi mendapatkan pangsa pasarnya di dalam negeri.
Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT, Arya Rezavidi mengatakan sampai tahun 2014 Pemerintah menargetkan PKDN dalam pengembangan WK Panas Bumi capai 60% terutama dalam pelaksanaan Engineering Procurement Contract (EPC) nya.
"Kalau ini bisa ditingkatkan paling tidak secara ekonomis mampu meningkatkan industri nasional," katanya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !