INILAH.COM, Jakarta - Politisi PDIP yang juga mantan anggota Komisi IX DPR RI, Maximilian Williem Tutuarima mengaku mendapat perintah untuk memilih Miranda S Goeltom dari Panda Nababan, Sekretaris Fraksi PDIP di Komisi IX saat itu.
"Pak Panda memperkenalkan Bu Miranda, inilah calon Deputi Senior Gubernur BI yang diusulkan PDIP. Maka saudara wajib memilih Bu Miranda (dalam fit and proper test). Itu Pak Panda yang bilang," ujar Williem menirukan omongan Panda ketika bersaksi bagi Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin(15/3).
Arahan itu, kata Williem, disampaikan Panda dalam pertemuan seluruh anggota fraksi PDIP Komisi IX di klup Bimasena, ruang Dharawati Hotel Dharmawangsa pada Sabtu 29 Mei 2004 silam, satu minggu sebelum pelaksanaan fit and proper test 8 Juni silam.
Dalam pertemuan itu, lanjutnya, memang tidak ada menyinggung soal rencana pemberian sesuatu yang berkaitan dengan pemilihan Miranda. Namun diakuinya, tiga minggu setelah Miranda terpilih dirinya menerima 10 lembar cek perjalanan total Rp500 juta dari Dudhie Makmun Murod di ruang kerja Dudhie.
Williem mengaku baru tahu uang itu berkaitan dengan Miranda setelah dirinya diperiksa di penyidik KPK. "Katanya (Dudhie saat pemberian cek) ini ada bantuan dari partai untuk kampanye," ujar Williem.
Karena untuk kampanye, Williem pun mengaku uang itu dihabiskannya untuk kampanye, karena saat itu memang berbarengan dengan masa kampanye (2004-2009). Cek itu pun dicairkan oleh kedua anak Williem. "Semua habis untuk beli bendera, atribut untuk kampanye," imbuhnya. [bar]