INILAH.COM, Jakarta - Setelah berkali-kali menolak mentah-mentah tawaran islah dari Muhaimin Iskandar, sikap Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur kini melunak. Gus Dur menyatakan siap berdamai dengan keponakannya itu.
Hal ini diungkapkan Bendahara PKB Aris Junaedi usai rapat gabungan di kantor DPP PKB Kalibata, Rabu (23/7) malam.
Aris yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini menuturkan, keputusan permintaan mundur terhadap Muhaimin yang menjadi awal sengketa ini siap dianulir Gus Dur.
"Saya sebagai pemarkarsa mediator sudah bertemu dengan Gus Dur dan Gus Dur sudah bisa menerima jika Muhaimin memberikan penjelasan. Gus Dur tidak keberatan untuk menganulir keputusan itu," tutur Aris.
Atas sikap perubahan sikap Gus Dur tersebut, Aris mengaku sudah menghubungi Muhaimin. Namun sayangnya sikap Muhaimin, kata Aris, masih keras dengan menyatakan sejumlah syarat islah.
"Saya telepon Mas Imin, tapi teman-temannya tidak menghendaki. Mas imin bilang dia punya gerbong. Kalau saya pribadi tidak mungkin melawan Gus Dur," ujarnya.
Menurut Aris, sikap keras yang ditunjukkan Gus Dur selama ini terkait islah merupakan bentuk untuk mengetes kesetiaan kader PKB.
"Gus Dur bilang tidak mau islah itu kan hanya test case saja terhadap kader yang setia. Kalau toh Mas Imin tidak datang, masak mau dilempar asbak atau dimaki-maki. Gus Dur mengetes Mas Imin, sejauh mana keseriusan dia dalam islah," pungkas Aris.[L6]