INILAH.COM, Jakarta - Tak ingin kehabisan tenaga di awal masa kampanye, Partai Golkar tidak akan menggelar kampanye berupa pengerahan massa dalam rapat umum sampai bulan Maret 2009.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, di Jakarta, Rabu (23/7), di sela-sela kegiatan sosialisasi nomor urut partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) di Sekretariat DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Murni, Jakarta Barat.
Kalla menjelaskan, dalam rangka sosialisasi dan penjelasan program-program partai, seluruh jajaran partainya hanya akan melakukan pola kampanye sesuai dengan aturan, sebagaimana telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta berbagai peraturan perundangan lainnya.
"Jadi sampai Maret, sosialisasi tidak boleh besar-besaran. Bukan dalam rapat umum dan sebagainya," kata Jusuf Kalla di sela-sela acara Sosialisasi Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu, di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Mengenai aturan pejabat negara yang akan melakukan kampanye, itu diperbolehkan dengan syarat memberitahu kepada KPU. "Pokoknya, Partai Golkar akan mematuhinya," tegas Kalla.
Sebagai bukti konsistensi Partai Golkar pada aturan kampanye yang ditetapkan KPU tersebut, acara sosialisasi nomor urut partai tidak digelar dalam bentuk kampanye berkumpul.
"Kami ingin Pemilu yang jujur dan terbuka. Partai Golkar ingin menang dengan cara yang jujur dan terbuka. Kami mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman media. Untuk mencapai tujuan kita bersama," kata Jusuf Kalla yang didampingi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, dan Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar, Surya Paloh.[L6]