INILAH.COM, Jakarta - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Adhyaksa Dault menegaskan kriteria untuk menjadi pemimpin bangsa tidak didasarkan pada dikotomi usia tua atau muda melainkan pada kompetensi dan akuntabilitas.
"Hari ini orang rindu para pemimpin muda dengan mengambil contoh pada calon Presiden AS Barack Obama dan yang lain, padahal untuk pemimpin bukan pada tua-muda tetapi potensi dan akuntabilitas," kata Adhyaksa saat membuka Rapimnas Gerakan Pemuda Ka'bah di Jakarta, Rabu (23/7) malam.
Rapimnas semula direncanakan dibuka oleh Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM tetapi karena dia tidak datang, panitia minta kesediaan Adhyaksa yang hadir untuk membuka acara itu.
Keberhasilan pemimpin dalam sebuah organisasi termasuk negara, katanya, ditentukan dua hal yakni pada ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan aturan main yang jelas.
Mengenai sumber daya yang handal, menurut Adhyaksa, ditentukan empat hal yakni memiliki wawasan luas, bisa mengimplementasikan wawasan itu kepada bawahan, memiliki visi dan misi yang jelas, dan mempunyai akhlak yang mulia (ahlakul karimah).
Sementara dengan aturan main yang jelas dapat menjadi rambu bagi proses kepemimpinan yang berlangsung termasuk dalam suksesi atau pergantian pemimpin.
Suksesi pemimpin tidak perlu dilakukan dengan cara-cara menebar isu buruk dan intrik. "Dalam ilmu politik ada cara menghancurkan lawan yaitu dengan isu dan intrik tetapi hendaknya cara-cara seperti itu tidak digunakan," ujar Adhyaksa.
Terhadap keberadaan Gerakan Pemuda Ka'bah, Adhyaksa berharap menjadi organisasi yang mampu mempersiapkan para kadernya menjadi pemimpin. "Jadikan sebagai candradimuka untuk pemuda Indonesia memperbaiki bangsa," katanya.
Rapimnas Gerakan Pemuda Ka'bah akan berlangsung hingga 25 Juli 2008.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !