INILAH.COM, Jakarta - Penundanaan kedatangan Presiden AS Barack Obama yang tidak jadi membawa keluarganya, bukan disebabkan aktivitas terorisme di Indonesia.
"Kita semua tahu kesuksesan membongkar jaringan terorisme beberapa waktu lalu. Tapi
ini tak ada hubungannya dengan kunjungan siapapun. Itu profesionalisme polri yang
mampu mengungkap jaringan teroris," ujar Menlu Marty Natalegawa usai menemui Wakil
Menlu AS Bidang Asia Pasifik, Kurt Campbell, di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta,
Senin (15/3).
"Namun begitu, ini sekaligus menunjukkan terorisme masih merupakan ancaman yang harus
terus diatasi," imbuhnya.
Obama memundurkan jadwal kunjungan ke Indonesia yang semula pada 20-22 Maret, menjadi 23-25 Maret. Kunjungan Presiden AS ke-44 itu dilakukan sebelum bertolak menuju Australia. [ast]