INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menghimbau bagi masyarakat mampu untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Sebab saat ini 50% subsidi BBM dinikmati orang mampu.
"Kalau mampu jangan beli premium, pake pertamax," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hata Rajasa, saat ditemui di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (15/3).
Hatta menuturkan, akan sangat tidak adil jika masyarakat mampu tetap menikmati BBM bersubsidi. "Sedih kalau subsidi, 50 persennya untuk orang mampu," ucapnya.
Dikatakannya, meski harga minyak dunia telah mencapai US$82 perbarel, pemerintah belum berencana untuk menaikan BMM. Pemerintah hanya berusaha agar subsidi yang diberikan dapat tepat sasaran. "Intinya, kenaikan BBM ataupun TDL intinya, bagi mereka yang mampu maka bayarlah sesuai harga keekonomian, jangan subsidi," jelasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah belum berencana untuk menaikan harga BBM sepanjang tahun ini. Asumsi yang menjadi bahan perhitungan pemerintah dalam menetapkan kenaikan harga BBM adalah harga jual minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah dan realisasi konsumsi APBN.
Dalam nota keuangan APBN 2010 disebutkan jika rata-rata ICP lebih tinggi US$ 1 per barel dari yang diasumsikan maka tambahan defisit pada APBN 2010, diperkirakan akan berada pada Rp0 triliun hingga Rp0,1 triliun. Dengan demikian, jika ICP berada dalam level US$85 per barel sepanjang tahun 2010, maka defisit APBN 2010 akan melonjak sekitar Rp1,5 triliun karena ada lonjakan US$10 per barel di atas asumsi awal US$65 per barel. [hid][[indosat]]