Selasa, 29 Mei 2012 | 02:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal Swallow
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Laela Zahra
web - Senin, 15 Maret 2010 | 14:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penyebab kebakaran pabrik sandal jepit merk Swallow, di Jl Kamal Raya No 34, Kali Deres, Jakarta Barat, Kamis (10/3) malam hingga Sabtu (13/3), diduga karena faktor kesalahan manusia (human error).

"Diduga karena human error. Awalnya fork lift (kendaraan pengangkut barang) ketika dinyalakan mesinnya mengeluarkan percikan api, kemudian menyambar ke bahan kimia yang berbahan karet," jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, saat dihubungi, Senin (15/3).

Posisi fork lift saat dinyalakan mesinnya, berada di gudang pabrik tersebut yang banya menyimpan bahan-bahan kimia dan material berbahan karet pembuat sandal jepit, yang mudah terbakar api.

Paimin menambahkan, dugaan itu baru hasil penyelidikan dari pihaknya, dan keterangan korban luka yang ketika peristiwa terjadi berada di lokasi. "Nanti dari kepolisian juga akan melakukan pnyeledikian," katanya.

Sementara itu, pagi ini petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI yang melakukan penyisiran korban di lokasi kebakaran, kembali menemukan tubuh yang telah menempel dengan bahan plastik dan karet. Korban tewas itu diketahui bernama Parngat, yang oleh Paimin dibenarkan bahwa korban pensiunan anggota pemadam kebakaran Jakarta Barat.

"Diketahui karena kunci loker, kunci motor, dan cincin yang berada di tubuhnya," imbuh dia. Parngat merupakan anggota keamanan bagian pemadaman api, di pabrik sandal jepit itu. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Yosef
Senin, 15 Maret 2010 | 16:22 WIB
Usut pengusaha dan penanggungjawab yang lalai mengontrol keselamatan kerja di pabrik tersebut.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.