INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan sepanjang 2009 berhasil mencatat produksi batubara mencapai 21,4 juta ton, melebihi target yang ditetapkan 20 juta ton..
Direktur Utama ITMG Somyot Ruchirawat menguraikan, pencapaian ini merupakan hasil dari peningkatan pada aspek efisiensi operasional maupun perencanaan tambang, didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2009, areal Blok Timur dan PT Kitadin (Embalut) mulai berkontribusi pda produksi batubara di semester kedua, masing-masing 1,9 juta ton dan 0,7 juta ton. Total produksi PT Indominco Mandiri di areal Blok Timur dan Blok Barat adalah 12,4 juta ton naik dari 10,7 juta ton di 2008.
Produksi PT Trubaindo Coal Mining naik dari 4,5 juta ton menjadi 5,2 juta ton, sementara produksi PT Jorong Barutama Greston juga melebihi produksi tahun sebelumnya dan mencapai 3,1 juta ton ditunjang oleh perbaikan pada prosedur perencanaan penambangan dan pengelolaan air.
Volume penjualan batubara ke pasar Asia Timur Laut mengkontibusikan lebih dari setengah 54% dari total penjualan di 2009, yaitu Jepang 4,2 juta ton, China sebanyak 4 juta ton, Taiwan juga 2,6 juta ton dan Korea 0,6 juta ton.
Penjualan ke pasar Asia Tenggara mengkontribusikan 29% dari total penjualan, yaitu Thailand sebanyak 2 juta ton, Filipina pun sebanyak 1,8 juta ton, Indonesia sebanyak 1,3 juta ton, dan Malysia 0,9 juta ton sedangkan selesbihnya terutama adalah penjualan ke India sebanyak 2,2 juta ton dan Italia sebanyak 1,4 juta ton.
ITMG memiliki keunggulan di aspek kemampuan pemasaran maupun dari produk-produk batubara campuran dari berbagai lokasi tambang. Secara rata-rata , sekitar tiga perempat dari seluruh pengapalan ke pelanggan adalah batubara campuran, sehingga ITMG dapat lebih memenuhi spesifikasi pelanggan dan skaligus memiliki strategi harga yang baik. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !