Selasa, 29 Mei 2012 | 00:06 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Al Khatat
Kami Tolak Sampai Obama Datang
Headline
istimewa
Oleh: Kawiyan
web - Selasa, 16 Maret 2010 | 01:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) termasuk salah satu kelompok masyarakat yang paling keras menentang rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama. Selama sepekan FUI menggelar aksi unjur rasa di sejumlah kota.
Baik secara faktual maupun secara secara syari, kedatangan Obama haram hukumnya, kata Ketua Umum FUI Muhammad Al Khatat kepada wartawan INILAH.COM, Kawiyan di Jakarta, Senin (15/3).
FUI merupakan forum yang beranggotakan organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam (seperti MUI, Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Al Irsyad) dan sejumlah partai politik Islam (PPP, PKS, PBR, PBB). FUI termasuk kelompok kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan AS. Berikut petikan wawancaranya.
Mengapa FUI menolak keras rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama?
Saya kira semua orang tahu bahwa tangan Obama masih berlumuran darah. Obama baru saja menambah 30 ribu pasukan AS di Afghanistan. Jadi, dengan pasukan yang lama sebanyak 110 ribu, kini pasukan AS di Afghanistan mencapai 140 ribu.
Minggu lalu, pasukan NATO pimpinan AS juga menyerang Provinsi Helmand,di Afganistan Selatan. Sebanyak 15 ribu pasukan NATO dengan sejumlah tank menyerang mujahidin Afganistan yang hanya 800-1.000 orang. Ini benar-benar pembantaian.
AS juga sedang mempersiapkan serangan besar menyerbu Kandahar, di Afganistan. Jadi, akan segera meletus perang besar di Kandahar yang dilakukan pasukan militer AS.
Sedangkan di Irak, AS masih menyisakan 51 ribu pasukan yang belum ditarik. Artinya, AS masih melakukan pembantaian di Irak. Harus dicatat bahwa korban jiwa di Irak akibat ulah pasukan AS telah mencapai 1 juta orang.
Di Palestina, walaupun tidak terlibat langsung, Obama membiarkan pembantaian terhadap kaum muslimin di Gaza sampai 15 ribu orang meninggal. Bahkan, Obama memberi bantuan US$30 miliar untuk operasi Israel.
Musuh Israel dari Gaza sampai Iran adalah musuh Obama. Ini artinya Obama mengidentikkan diri dengan Israel. Ini sebuah pernyataan yang belum pernah disampaikan oleh pemimpin AS sebelumnya. Lebih dari itu, Obama juga menyetujui dijadikannya Yerusalem sebagai satu-satunya ibukota Israel.
Tapi banyak yang menilai Obama tidak sejahat Bush terhadap umat Islam?
Tidak ada bedanya antara Obama dengan Gelrge W Bush. Yang sedikit beda gayanya, Bush kelihatan kaku sedangkan Obama agak sering tersenyum. Tetapi tindakannya terhadap umat Islam sama, sama-sama berlumuran darah.
Pemerintah RI kan tidak menolak kedatangan Obama, masak Anda menolak?
Konstitusi kita yaitu UUD 1945 menentang penjajahan suatu negara kepada negara lain. Konstitusi negara kita menyebutkan bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Amerika itu penjajah, masa kita terima.
Kita sebagai bangsa tidak diuntungkan dengan datangnya Obama. Yang diuntungkan atas kedatangan Obama cuma Presiden SBY yang membutuhkan dukungan AS untuk berkuasa hingga 2014.
Juga calon presiden setelah SBY. Coba perhatikan, selain SBY, nanti akan ada tokoh politik yang ditemui Obama. Biasanya, tokoh politik itu merupakan calon kuat presiden Indonesia sesudah SBY.
Penolakan kami terhadap rencana kunjungan Obama memiliki argument faktual dan argument syari. Secara faktual, seperti kami sebutkan tadi bahwa tangan Obama itu masih berlumuran darah.
Secara syari, sebagaimana disebutkan dalam ayat 9 surat Mumthahana, Allah itu melarang kita bersahabat dengan bangsa yang memerangi umat Islam. Juga yang mengusir umat Islam dari kampung halamannya, dan yang membantu orang lain mengusir kaum muslimin dari kampung halamannya.
AS adalah arsitek yang membuat kaum muslimin terusir dari Palestina. Jadi, sebagai bangsa yang menentang imperialism, kita tidak layak menerima kunjungan Obama.
Obama datang sebagai tamu. Menkominfo Tifatul Sembiring bilang, kita sebagai bangsa harus menghormati tamu. Nabi saja pernah menerima Abu Lahab yang merupakan musuhnya sebagai tamu. Komentar Anda?
Betul. Tapi waktu Nabi Muhammad menerima Abu Lahab di Mekah. Waktu itu posisi Nabi, bukan sebagai kepala negara tetapi lebih sebagai mubaligh.
Mengapa tidak Anda dukung saja kedatangan Obama. Lalu minta waktu atau forum untuk berdialog?
Kami siap berdialog dengan Obama jika AS menarik pasukan dari Irak, Palestina, dan Afganistan. Selama AS masih terus membunuh umat Islam, kami tak akan pernah mendukung kedatangan Obama. Sekarang ini zaman global, tidak bisa dipisahkan antara umat Islam yang ada di Indonesia dengan di Afganistan, Palestina, dan Irak.
Sampai kapan penolakan FUI terhadap rencana kedatangan Obama?
Sampai Obama datang, dengan berbagai cara. Kami terus melakukan diskusi penolakan terhadap Obama. Kami juga terus akan menggelar tabligh akbar. Para khatib shalat Jumat kami minta berkhotbah mengenai penolakan terhadap Obama. Usai shalat Jumat (19/3), di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran juga akan digelar tabligh akbar dengan tema menolak kedatangan Obama. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
abu zirwah
Selasa, 16 Maret 2010 | 13:20 WIB
Saya sangat setuju kalau kita sebagai umat Islam menolak kedatangan Obama (sampai saat ini masih berlumuran darah kaum muslim afghanistan, irak, palestin dsb). Tolak kedatangan OBAMA!1000 x
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.