INILAH.COM, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia. Salah satu alasannya, tangan Obama dianggap berlumuran darah umat Islam.
Hal itu diungkapkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathath kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (15/3).
"Saya kira semua orang tahu bahwa tangan Obama masih berlumuran darah. Obama baru saja menambah 30 ribu pasukan AS di Afganistan," katanya.
Jadi, sambung dia, dengan pasukan yang lama sebanyak 110 ribu, kini pasukan AS di Afganistan ada 140 ribu. Minggu lalu, pasukan NATO pimpinan AS juga menyerang Provinsi Helmand, di Afganistan Selatan.
"Sebanyak 15 ribu pasukan NATO dengan sejumlah tank untuk menyerang mujahidin Afganistan yang jumlahnya hanya 800 sampai 1.000 orang. Ini benar-benar sebuah pembantaian," cetusnya.
Menurutnya, saat ini Amerika tengah mempersiapkan serangan besar untuk menyerbu Kandahar di Afganistan. Jadi, akan segera meletus perang besar di Kandahar yang dilakukan pasukan militer Amerika. Sedangkan di Irak, Amerika masih menyisakan 51 pasukan yang belum ditarik.
"Artinya, AS masih melakukan pembantaian di Irak. Harus dicatat bahwa korban jiwa di Irak akibat ulah pasukan AS telah mencapai 1 juta orang," ujarnya.
Sedang di Palestina, lanjutnya, walaupun tidak terlibat secara langsung, tetapi Obama telah membiarkan pembantian terhadap kaum muslimin di Gaza sampai 15 ribu orang meninggal. Bahkan, Obama memberi bantuan sebesar 30 miliar Dollar Amerika untuk operasi Israel. Ia juga menyatakan bahwa musuh Israel dari Gaza sampai Iran adalah musuh Obama.
"Ini artinya Obama mengidentikkan diri dengan Israel. Ini sebuah pernyataan yang belum pernah disampaikan oleh pemimpin AS sebelumnya. Lebih dari itu, Obama juga menyetujui dijadikannya Yerusalem sebagai satu-satunya ibukota Israel," imbuhnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !