INILAH.COM, JakartaHizbut Tharir Indonesia (HTI) akan terus melakukan aksi untuk menentang kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia pada 23 - 25 Maret ini.
Tiada hari tanpa aksi menolak kedatangan Obama. Tanggal 21 Maret, kami menggelar aksi di depan kantor Kedutaan AS dengan jumlah masa 15 ribu orang, ujar Ismail Yusanto, juru bicara HTI kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin.
HTI memang dikenal sangat keras menolak kedatangan Obama. Aksi HTI menolak kedatangan Obama digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam pandangan HTI, Obama adalah presiden sebuah negara yang sampai detik ini masih menjajah negeri musilim yakni Irak, Palestina dan Afganistan.
Memang Bush yang memulai, tetapi Obama masih melanjutkan kebijakan tersebut, tambah Ismail.
Janji Obama untuk memperbaiki kebijakan tersebuttermasuk menarik pasukan AS--juga tak terbukti. Bahkan, Obama telah menambah 30 ribu pasukan di Afganistan. Maka jumlah pasukan AS di Afganistan saat ini mencapai 140 ribu.
HTI menyayangkan sikap pemerintah RI yang begitu takzim menyambut kedatangan Obama. Mestinya kita sebagai negara yang antipenjajahan, bisa menolak kedatangan Obama, ujar Ismail yang menyebutkan bahwa konstitusi negara RI menuntut dihapuskannya penjajahan di atas muka bumi.
Tentang adanya usulan dialog denga Obama, Ismail menyatakan setuju. Persoalannya, Obama dan AS selama ini dikenal keras kepala. PBB saja tidak didengar apalagi suara dari kami, tandasnya. Berdasarkan fakta itu, juru bicara HTI Ismail Yusanto memutuskan untuk menolak kedatangan Obama. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !