INILAH.COM, Jakarta - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathath menyatakan, kejahatan Presiden AS Barack Obama tak ada bedanya dengan pendahulunya George W Bush terhadap umat Islam.
"Tidak ada bedanya antara Obama dengan Geroge W. Bush. Yang sedikit beda gayanya, Bush kelihatan kaku sedangkan Obama agak sering tersenyum. Tetapi tindakannya terhadap umat Islam sama, sama-sama berlumuran darah," ujar Al-Khathath kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (15/3).
Ia menjelaskan, alasan lain FUI menolak kedatangan Obama adalah, UUD 1945 menentang penjajahan suatu negara kepada negara lain. Konstitusi negara menyebutkan bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.
"Amerika itu penjajah, masa kita terima. Penolakan kami terhadap rencana kunjungan Obama memiliki argument faktual dan argument syari. Secara faktual, seperti kami sebutkan tadi bahwa tangan Obama itu masih berlumuran darah," katanya.
Sedangkan secara syari, sambungnya, sebagaimana disebutkan dalam ayat 9 surat Mumthahana, Allah itu melarang umat Islam untuk bersahabat dengan bangsa yang memerangi umat Islam.
"Yang mengusir umat Islam dari kampung halamannya dan yang membantu orang lain mengusir kaum muslimin dari kampung halamannya. AS adalah arsitek yang membuat kaum muslimin terusir dari Palestina. Jadi, sebagai bangsa yang menentang imperialism, kita tidak layak menerima kunjungan Obama," terangnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !