INILAH.COM, Jakarta Positifnya pergerakan indeks saham, gagal menopang rupiah ke area positif. Tipisnya transaksi dan aksi ambil untung setelah penguatan tajam akhir pekan lalu menjadi pemicunya.Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/3) ditutup melemah tipis 8 poin (0,087%) terhadap dolar AS menjadi 9.160/9.165, ketimbang posisi akhir pekan lalu di 9.152/9.160. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan melemah 13 poin (0,142%) menjadi 9.165 per dolar AS.
Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, koreksi tipis rupiah hari ini dipicu faktor teknikal, terutama setelah Jumat (12/3) akhir pekan lalu menguat tajam. Karena itu, volume transaksi pun menjadi tipis sehingga rupiah mudah terkoreksi.
Rupiah melemah tipis ke level 9.160 per dolar AS dengan level terkuat di angka 9.158. Level terlemahnya pun, 9.180, masih di kisaran tren penguatannya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (15/3).
Menurutnya, lanjut Ariston, jika melihat penguatan indeks saham 3,10 poin (0,12%) ke level 2.669,61 seharusnya rupiah dapat terpacu untuk menguat lebih lanjut hari ini. Sebab, positifnya pergerakan indeks menandakan masih derasnya aliran
capital inflow.
Selain itu, pelemahan dolar AS atas mata uang utama, juga seharusnya membuka peluang penguatan rupiah lebih besar. Namun, karena pasar menilai penguatan akhir pekan lalu signifikan, mereka melakukan
profit taking terlebih dahulu. Aksi ambil untung yang terjadi di tengah tipisnya transaksi, menyebabkan rupiah sedikit tertekan, ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, koreksi dolar AS dipicu aksi
carry trade pelaku pasar atas mata uang tersebut. Kondisi ini terjadi menyusul data
retail sales AS yang naik 0,3%. Sementara itu, meski data
Consumer Confidence Index di negara adidaya itu turun dari 73,6 menjadi 72,5, namun pelemahannya berada di atas ekspektasi pasar.
Indikator yang melemahkan dolar AS juga dipicu pelaku pasar yang masih menunggu pengumuman The Fed terkait suku bunga acuan pada Rabu (17/3). Karena itu, dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang utama kecuali
pounsterling. Dolar AS melemah ke level US$1,3720 per euro, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.390.59 terhadap dolar Australia, di posisi 12.613 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di angka 6.567 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya dolar Australia yang menguat 0,19% menjadi 0,913 per dolar AS.
Selebihnya mata uang kawasan melemah. Yen Jepang melemah 0,18% ke level 90.722, dolar Hong Kong turun 0,01% ke angka 7.758, dolar New Zealand terkoreksi 0,06% ke posisi 0.702, dolar Singapura terdepresiasi 0,19% menjadi 1.396, dan dolar Taiwan terjungkal 0,20% terhadap dolar AS ke level 31.814.
Begitu juga dengan won Korsel yang melandai 0,58% ke angka 1.134, peso Filipina merangkak turun 0,12% ke posisi 45.715, rupee India susut 0,39% menjadi 45.625, yuan China terkerek turun 0,008% ke level 6.826, ringgit Malaysia jebol 0,35% ke angka 3.318, dan baht Thailand merambat turun 0,07% ke posisi 32.565 per dolar AS. [ast/mdr]