Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Faktor Teknis, Picu Rupiah Koreksi Tipis
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 15 Maret 2010 | 18:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta Positifnya pergerakan indeks saham, gagal menopang rupiah ke area positif. Tipisnya transaksi dan aksi ambil untung setelah penguatan tajam akhir pekan lalu menjadi pemicunya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/3) ditutup melemah tipis 8 poin (0,087%) terhadap dolar AS menjadi 9.160/9.165, ketimbang posisi akhir pekan lalu di 9.152/9.160. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan melemah 13 poin (0,142%) menjadi 9.165 per dolar AS.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, koreksi tipis rupiah hari ini dipicu faktor teknikal, terutama setelah Jumat (12/3) akhir pekan lalu menguat tajam. Karena itu, volume transaksi pun menjadi tipis sehingga rupiah mudah terkoreksi.

Rupiah melemah tipis ke level 9.160 per dolar AS dengan level terkuat di angka 9.158. Level terlemahnya pun, 9.180, masih di kisaran tren penguatannya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (15/3).

Menurutnya, lanjut Ariston, jika melihat penguatan indeks saham 3,10 poin (0,12%) ke level 2.669,61 seharusnya rupiah dapat terpacu untuk menguat lebih lanjut hari ini. Sebab, positifnya pergerakan indeks menandakan masih derasnya aliran capital inflow.

Selain itu, pelemahan dolar AS atas mata uang utama, juga seharusnya membuka peluang penguatan rupiah lebih besar. Namun, karena pasar menilai penguatan akhir pekan lalu signifikan, mereka melakukan profit taking terlebih dahulu. Aksi ambil untung yang terjadi di tengah tipisnya transaksi, menyebabkan rupiah sedikit tertekan, ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, koreksi dolar AS dipicu aksi carry trade pelaku pasar atas mata uang tersebut. Kondisi ini terjadi menyusul data retail sales AS yang naik 0,3%. Sementara itu, meski data Consumer Confidence Index di negara adidaya itu turun dari 73,6 menjadi 72,5, namun pelemahannya berada di atas ekspektasi pasar.

Indikator yang melemahkan dolar AS juga dipicu pelaku pasar yang masih menunggu pengumuman The Fed terkait suku bunga acuan pada Rabu (17/3). Karena itu, dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang utama kecuali pounsterling. Dolar AS melemah ke level US$1,3720 per euro, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.390.59 terhadap dolar Australia, di posisi 12.613 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di angka 6.567 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya dolar Australia yang menguat 0,19% menjadi 0,913 per dolar AS.

Selebihnya mata uang kawasan melemah. Yen Jepang melemah 0,18% ke level 90.722, dolar Hong Kong turun 0,01% ke angka 7.758, dolar New Zealand terkoreksi 0,06% ke posisi 0.702, dolar Singapura terdepresiasi 0,19% menjadi 1.396, dan dolar Taiwan terjungkal 0,20% terhadap dolar AS ke level 31.814.

Begitu juga dengan won Korsel yang melandai 0,58% ke angka 1.134, peso Filipina merangkak turun 0,12% ke posisi 45.715, rupee India susut 0,39% menjadi 45.625, yuan China terkerek turun 0,008% ke level 6.826, ringgit Malaysia jebol 0,35% ke angka 3.318, dan baht Thailand merambat turun 0,07% ke posisi 32.565 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.