Minggu, 27 Mei 2012 | 18:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Usai Liburan, Rupiah Akan Menguat
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Natascha & Ahmad Munjin
web - Rabu, 17 Maret 2010 | 08:19 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (17/3) diperkirakan akan menguat. Aksi beli pelaku pasar atas rupiah dan pelemahan dolar AS menjadi pemicunya.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan menguat. Secara teknikal, ada aksi beli yang memicu apresiasi mata uang RI ini. Rupiah akan bergerak dalam 9.100-9.190, katanya kepada INILAH.COM, ketika dihubungi terpisah.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga mendapat topangan dari pelemahan dolar AS. Pasalnya, The Fed belum mau menaikan suku bunga acuannya (The Fed Fund Rate) dari level saat ini 0-0,25% dalam waktu dekat. Sebab, negara itu masih butuh atas suku bunga rendah untuk pertumbuhan ekonominya, ujarnya.

Kecuali, jika The Fed mengeluarkan sinyal-sinyal akan kenaikan suku bunga seperti dipercepatnya penarikan stimulus. Dolar AS akan berbalik pada tren penguatan. Tapi, faktanya The Fed sendiri menyatakan penarikan stimulus itu hanya bertujuan sedikit memperketat moneter dan tidak dimaksudkan untuk kenaikan suku bunga.

The Fed, baru akan menaikkan suku bunga acuannya di akhir 2010. The Fed memang menekankan tentang penarikan stimulus, tapi hal itu bukan pengetatan moneter sehingga belum ada peluang untuk penguatan suku bunga. Karena itu, rupiah akan terus melanjutkan penguatan, pungkasnya.


Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/3) ditutup melemah tipis 8 poin (0,087%) terhadap dolar AS menjadi 9.160/9.165. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya dolar Australia yang menguat 0,19% menjadi 0,913 per dolar AS.

Selebihnya mata uang kawasan melemah. Yen Jepang melemah 0,18% ke level 90.722, dolar Hong Kong turun 0,01% ke angka 7.758, dolar New Zealand terkoreksi 0,06% ke posisi 0.702, dolar Singapura terdepresiasi 0,19% menjadi 1.396, dan dolar Taiwan terjungkal 0,20% terhadap dolar AS ke level 31.814.

Begitu juga dengan won Korsel yang melandai 0,58% ke angka 1.134, peso Filipina merangkak turun 0,12% ke posisi 45.715, rupee India susut 0,39% menjadi 45.625, yuan China terkerek turun 0,008% ke level 6.826, ringgit Malaysia jebol 0,35% ke angka 3.318, dan baht Thailand merambat turun 0,07% ke posisi 32.565 per dolar AS. [vin/ast/mdr][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.