Selasa, 29 Mei 2012 | 00:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bachtiar Effendi
Penghinaan Buat Para Tokoh
Headline
Bachtiar Effendi - inilah.com
Oleh:
web - Senin, 15 Maret 2010 | 18:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta Upaya staf khusus Presiden SBY mendekati berbagai politisi senior mendapat tanggapan beragam. Pengamat politik Bachtiar Effendi bahkan menilai hal itu sebagai penghinaan.
Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bachtiar Effendi menilai, pendelegasian para staf khsusus Presiden SBY ke sejumlah tokoh tidak tepat. Kini, giliran Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang direncanakan akan ditemui para staf khusus presiden SBY.
Para tokoh akan mempertanyakan kenapa anak-anak yang masih sangat yunior (Andi Arief dan Velix Wanggai) yang dikirim kepada saya, itu sama saja menghina saya, ujarnya kepada wartawan termasuk R Ferdian Andi R dari INILAH.COM di Kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), akhir pekan lalu. Berikut wawancara lengkapnya:
Aksi politik para staf khusus Presiden SBY dengan menemui sejumlah tokoh seperti juga yang akan dilakukan terhadap mantan Presiden Megawati?
Pertama, saya tidak yakin bahwa ini dilakukan oleh Staf Khusus Presiden tanpa izin sepengetahuan presiden. Bahkan mungkin staf khusus hanya melaksanakan apa yang diperintahkan presiden, tidak mungkinlah. Apalagi menjalani kontak dengan tokoh-tokoh nasional.
Kedua, apalagi bidang yang digeluti para staf khusus ini tidak berkaitan dengan bidang politik. Ketiga, saya kira memang presiden harus melakukan pendekatan dan komunikasi politik karena akibat dari kasus Century. Tetapi menurut saya itu dilakukan oleh Presiden sendiri sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan tokoh-tokoh tersebut. Koalisi atau apapun namanya tidak akan terajut kembali kecuali jika dilakukan oleh Presiden SBY.
Dengan pendelegasian kepada para staf khususnya yang tidak pada bidangnya ini, apa makna yang dipetik oleh publik?
Saya tidak tahu apa maknanya. Tapi saya yakin itu tidak akan menimbulkan hal positif. Justru akan menimbulkan praduga-praduga yang tidak ada artinya
Apa misalnya praduga yang tidak ada artinya itu?
Ya dampaknya, tokoh-tokoh yang dikunjungi Andi Arief atau Velix Wanggai tidak akan ikut agendanya. Ada pertanyaan kenapa anak-anak yang masih sangat yunior yang dikirim kepada saya, itu sama saja menghina saya. Bisa saja muncul penilaian seperti itu.
Bagaimana dengan munculnya inisial cawapres pengganti Boediono yang diduga juga dimunculkan para staf khsusus presiden, apa sebenarnya target politik mereka?
Saya tidak yakin itu hal yang serius. Saya kira ini lebih banyak main-mainnya. Kalau benar seperti itu, yang dinilai tidak sekadar Boediono turun, tetapi pemerintahan SBY. Kita kan belum lihat jelas, karena produk DPR kemarin produk politik yang diberikan kepada para pejabat. Sementara sekarang sebetulnya kita harapkan ada proses hukum yang ditindaklanjuti untuk menyelesaikan opsi C (menyatakan kasus Century bermasalah). [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.