INILAH.COM, Banda Aceh - Sekitar 25 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Banda Aceh berupaya menerobos pintu gerbang Markas Polda (Mapolda) Aceh untuk menemui Kapolda Irjen Pol Aditya Warman.
Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh tersebut dihadang aparat kepolisian di pintu gerbang utama Mapolda Aceh, di Banda Aceh, Senin (15/3).
Meski demikian, aksi yang dijaga ketat aparat kepolisian itu tidak menimbulkan adu fisik dengan para demonstran yang meluapkan kekecewaan dengan berupaya menerobos pintu pagar, dan menempel spanduk karena tidak diberikan kesempatan untuk bertemu Kapolda Aceh.
Mereka hanya diberikan kesempatan oleh petugas untuk membacakan pernyataan sikap di depan pintu gerbang, meski sebelumnya mereka dijadwalkan untuk menemui Aditya Warman guna menyampaikan pernyataan sikap terkait penyerangan oknum polisi terhadap kantor HMI Cabang Makassar.
Namun, aksi mahasiswa menuntut pihak kepolisian untuk mengusut oknum penyerang kantor HMI Cabang Makassar (3/3) yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan hanya berlangsung di pintu gerbang kantor kepolisian di daerah berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa itu.
Gagal menjumpai Kapolda, para pengunjuk rasa kembali melanjutkan aksi mereka dengan melakukan "longmarch" menuju bundaran Simpang Lima Banda Aceh atau sekitar tiga kilometer dari Mapolda Aceh.
Ketua umum Badko HMI Provinsi Aceh, Sendy Majafara, mengatakan pihaknya merasa kecewa karena tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka kepada Kapolda Aceh. Mereka berharap aparat kepolisian dapat mengusut dan menindak tegas para pelaku penyerangan kantor HMI Makassar. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !