Selasa, 29 Mei 2012 | 00:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jelang Nyepi, Terminal Kosong, Jalan Ditutup
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh:
web - Senin, 15 Maret 2010 | 20:20 WIB
INILAH.COM, Denpasar - Menjelang Hari Raya Nyepi, Senin (15/3) petang, Terminal Ubung, Denpasar, Bali, kosong tanpa satupun kendaraan umum, sementara Jalan Cokroaminoto di depan terminal antarprovinsi itu ditutup untuk pawai ogoh-ogoh.

"Semua kendaraan, baik bus antarprovinsi maupun mobil angkutan lainnya, diberangkatkan lebih awal, karena kalau tidak nanti tidak bisa jalan terhalang pawai ogoh-ogoh," kata Komandan Regu UPT Terminal Ubung Gusti Antara saat siaga bersama sejumlah rekannya.

Puluhan bus malam tujuan Surabaya, Malang, Blitar, Kediri di Jatim dan berbagai kota lainnya, diberangkatkan beruntun sejak siang, bersama puluhan mobil umum dalam provinsi seperti tujuan Pelabuhan Gilimanuk di ujung barat Bali dan Pelabuhan Padangbai yang dilayani kapal feri tujuan Pelabuhan Lembar, Lombok.

Seperti bus tujuan Malang dan Surabaya yang biasanya berangkat sekitar pukul 18.00 dimajukan menjadi jam 12.30, kemudian tujuan Yogyakarta yang biasanya berangkat pukul 14.30, juga dimajukan antara pukul 11.00 - 12.00 Wita.

Di hari libur menjelang pelaksanaan "Catur Brata Penyepian" dengan empat larangan, yakni tidak menyalakan api/lampu penerang, tidak bekerja, bepergian dan tidak bersenang-senang itu, mobil umum kebanyakan sudah tidak terlalu dipadati penumpang.

Menurut Gusti Antara, arus penumpang mudik libur Nyepi ke berbagai kota/daerah di Bali dan luar provinsi, hampir selalu dijejali penumpang sejak Jumat (12/3) dan berangsur-angsur surut.

Sementara warga Desa Pekraman (adat) Ubung, menutup Jalan Cokroaminoto, dan kendaraan dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto-Jalan Cargo menuju jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Warga dengan berjalan kaki terus berdatangan ke Jalan Cokroaminoto, bersamaan arak-arakan puluhan ogoh-ogoh yang dimanifestasikan sebagai memerangi sikap dan ruh jahat dan kemenangan kebaikan.

Di berbagai jalan lain, termasuk di sekitar kawasan wisata internasional Kuta, juga banyak jalan yang ditutup dan terlihat arak-arakan ogoh-ogoh dari berbagai banjar atau dusun.

Ritual itu berlangsung setelah sebelumnya warga menggelar Melasti, yakni penyucian alam semesta dan jiwa dengan harapan mendapat kemudahan saat menjalani ritual "Catur Brata Penyepian". [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.