INILAH.COM, Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) mengakui belum dapat melakukan penyerahan dana pembayaran bunga obligasi ke-12 serta bunga ke-9 tahap dua dan dendanya.
Hal ini disampaikan Direktur FREN, Anthony C. Kartawiria dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Senin (15/3). Menurutnya, ketidaksanggupan pembayaran bunga utang obligasi ini disebabkan tidak ada arus kas yang masuk. "Padahal semula kami mengharapkan dapat menambah kas internal Perseroan secara tepat waktu," ujarnya.
Namun, Perseroan berjanji akan berusaha untuk melakukan upaya perbaikan guna memenuhi kewajiban tersebut dalam tenggang waktu perbaikan yang tersedia sesuai ketentuan di Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 dengan tingkat bunga tetap.
Seharusnya sesuai Addendum, pada 15 Maret 2010, Perseroan berkewajiban membayar bunga ke-12 serta bunga dan denda ke-9 tahap dua obligasi Mobile-8 Telecom tahun 2007.
Saham FREN ini disuspensi BEI sejak perdagangan senin (15/3). [cms]