INILAH.COM, Surabaya Penelitian Institut Survei Publik (ISP) meyakini pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono akan memenangkan putaran kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur medatang.
Pada babak final, kata Direktur ISP Isra Ramli, Khofifah akan didukung kaum nahdliyin. "Suara santri yang masih tersebar pada pasangan AchSan, SR, dan Salam akan pindah ke Khofifah. Sentimen pemilih ini sangat menguntungkan Khofifah," kata Isra di Surabaya, Kamis (24/7).
Di pihak lain, KarSa yang menjadi rival KaJi dalam putaran kedua, akan lebih banyak meraup tambahan dukungan dari kaum nasionalis dan kelompok abangan. Isra yakin suara pendukung PDIP akan banyak lari ke pasangan KarSa.
"Putaran kedua akan menjadi medan pertempuran dua arus besar ideologi di Jatim, yakni santri versus abangan. Nah, jumlah santri di Jatim ini lebih banyak ketimbang kaum abangan. Karena itu, Ka-Ji berpeluang menang," katanya.
Isra juga mendasarkan prediksinya itu melalui tren positif Ka-Ji yang naik laksana deret ukur. Pada survei pertama ISP, Ka-Ji masih meraih 8%. Survei kedua, dua pekan sebelum coblosan, Ka-Ji sudah meraih 16 %. Artinya, dalam dua bulan suara Ka-Ji naik 100%.
"Melihat tren itu, kami melihat Khofifah berpeluang mendapat 32% suara. Naik lagi 100%. Namun ia terhenti di kisaran 25%. Karena itu, putaran kedua pada Pilgub Jatim sulit dihindari," jelasnya.
Isra juga memprediksi, Ka-Ji akan menang telak di Surabaya atas KarSa. "Namun karena PDIP berhasil melakukan konsolidasi suara, laju dukungan untuk Khofifah jadi terhambat," jelas alumni dari Unmuh Malang ini. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !