Minggu, 27 Mei 2012 | 18:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Beli Saham Berbasis Konsumsi Domestik
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Natascha & Vina Ramitha
web - Rabu, 17 Maret 2010 | 06:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (17/3) cenderung stagnan karena berkonsolidasi. Beli saham berbasis konsumsi domestik seperti SMCB, SMGR, INTP, UNVR, dan INDF.

Krisna Dwi Setiawan, analis pasar modal dari Valbury Asia Securities memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak stagnan cenderung berkonsolidasi. Terjadi tarik menarik sentimen antara aliran dana asing yang konsisten masuk ke pasar domestik dan kondisi pasar yang jenuh beli (overbought).

Menurutnya, dana asing yang masuk ke Indonesia, merupakan dana yang pada Januari-Februari lalu sempat keluar ketika terjadi koreksi yang cukup dalam di bursa Indonesia. Ketika itu, bursa anjlok dan banyak dana keluar dari pasar domestik, ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Senin (15/3) kemarin.

Selain karena pemulihan ekonomi dan memburuknya situasi Eropa, pasar Indonesia diminati karena kerja makro ekonomi yang kuat. Terbatasnya penguatan dolar AS, yang membuka lebar peluang koreksi mata uang AS tersebut, merupakan indikator lain. Hal ini memicu pasar mengantisipasinya dengan menempatkan dana di emerging market, lanjutnya.

Namun demikian, rally IHSG terhambat beberapa hal. Seperti valuasi saham yang sudah berada di nilai wajar, dengan kembalinya rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) ke 15 kali dibanding ekspektasi 2010. Itu sudah nilai wajar, jadi valuasi menghambat rally, sambungnya.

Adapun tekanan bursa akan datang dari kondisi pasar yang secara teknikal pasar sudah overbought dan harus konfirmasi lagi ke level 2.689. Level tersebut merupakan level resistan yang kuat, sekaligus tertinggi sepanjang tahun ini dan diraih pada Januari lalu. Level itu harus tertembus dulu, baru rally berlanjut, kata Krisna.

Pasar juga menantikan akhir bulan ini, ketika banyak yang mempengaruhi aliran modal. Seperti penyelamatan Yunani dan Dubai World yang jatuh tempo utangnya pada April. Kemudian ancaman kenaikan suku bunga China yang lebih nyata terjadi ketimbang ancaman serupa dari AS.
Negara adidaya itu masih membutuhkan suku bunga rendah untuk pertumbuhan ekonomi. Sementara China terancam tekanan inflasi. Ini memicu penurunan permintaan barang material, lanjutnya.

Dalam kondisi seperti ini, Krisna merekomendasikan ketiga pemain besar sektor semen, seperti Holcim Indonesia (SMCB), Semen Gresik (SMGR), dan Indocement (INTP). Kemudian consumer goods seperti Unilever (UNVR) dan Indofood (INDF). Beli saham-saham berbasis konsumsi domestik ini, pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (15/3), IHSG ditutup menguat tipis 3,097 poin (0,12%) ke level 2.669,608. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6.848 juta lembar saham, senilai Rp 2,973 triliun dan frekuensi 91.916 kali. Sebanyak 101 saham naik, 76 saham turun dan 69 saham stagnan.

Beberapa emiten berkapitalisasi besar yang menguat antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.150 menjadi Rp 34.150, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 5.200, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 3.950, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.800.

Penguatan emiten ini berhasil meredam koreksi saham gup Astra, seperti Astra International (ASII) yang turun Rp 350 menjadi Rp 38.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 17.150, dan PT Astra Argo Lestari (AALI) yang melemah Rp250 ke 24.400.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain PT TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 15.800, Telkom (TLKM ) turun Rp 50 menjadi Rp 8.350. [ast/mdr] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.