INILAH.COM, Surabaya - Meski belum memutuskan akan ada pilgub putaran kedua atau tidak, namun KPUD Jawa Timur sudah memprediksi akan ada penambahan data pemilih.
Hal itu didasarkan pada evaluasi DPT (Daftar Pemilih Tetap) saat Pilgub Jatim putaran pertama, pada Rabu (23/7). Sebab, ada penduduk yang memiliki hak pilih tapi tidak terdaftar. "Ada juga penduduk yang tidak memiliki hak pilih dan telah meninggal tapi masih terdaftar," jelas M Nabil, anggota KPUD.
"Nanti pasti ada evaluasi daftar pemilih," kata Nabil kepada wartawan di kantor KPUD Jatim, Surabaya, Kamis (24/7).
Meski mengaku siap menghadapi kemungkinan putaran kedua, KPUD Jatim mengaku belum menyiapkan mekanisme apapun, kecuali berkaitan dengan anggaran. "Kami belum menyiapkan apapun, kecuali anggaran putaran kedua sebesar Rp 225 miliar," paparnya.
Anggaran Rp 225 miliar itu, jelas Nabil digunakan untuk seluruh keperluan. Termasuk di dalamnya dana panwas dan uang lembur PPK/PPS. [R2]