INILAH.COM, Jakarta - Pengungkapan kasus suap pencalonan Gubernur BI Miranda Gultom yang hampir menyeret Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dianggap sebagai chaos politik. Bahkan bukan tidak mungkin membersihkan kader-kader PDIP.
Menurut pengamat komunikasi politik Charta Politika Yunarto Wijaya, chaos itu terjadi di tingkat elit politik jika mereka sudah saling membuka borok tanpa memandang batasan etika lagi. "Kita akui banyak aktor politik yang mempunyai beban masa lalu. Dalam kondisi semua pihak punya beban, akan terjadi chaos seperti ini," ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta Selasa (15/3).
Sebelumnya, Mantan Ketua Litbang PDIP Kwik Kian Gie mengungkapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memerintahkan kepada anggota DPR dari PDIP untuk memilih Miranda Gultom dalam pemilihan calon Gubernur BI pada 2004 lalu.
"Yang saya senang ketika chaos ini terjadi, maka terjadi proses pemberisihan di publik. Misalnya kasus Bank Century membuka banyak tabir di mata masyarakat. Ini upaya pembersihan tokoh lama yang punya beban di masa lalu," tegasnya.
Yunarto bahkan menyebut dalam periode lima tahun ini akan terjadi pembersihan aktor politik lama. "Tidak salah jika kita sebut 2009-2014 sebagai periode pembersihan tokoh lama," tandas Yunarto. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !